GPD Polisikan Direktur PG Candi Baru dan Kepala Dinas Lingkungan

GPD Polisikan Direktur PG Candi Baru dan Kepala Dinas Lingkungan

Potretkota.com - Dianggap sudah mencemari lingkungan dan menimbulkan korban luka serius hingga meninggal dunia, Direktur PG Candi Baru, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, dilaporkan Gerakan Putra Daerah (GPD) ke Polda Jatim.

Ketua DPC Gerakan Putra Daerah (GPD) wilayah Sidoarjo Imam Suwonso melalui Bidang Hukum GPD Dony Eko Wahyudin, SH mengaku, pelaporan sudah sesuai dengan perundang-undangan. “Dimana dalam beberapa pasal sudah dijelaskan, pelaku pelanggaran atau kejahatan lingkungan, serta pejabat pemerintah berwenang megeluarkan izin lingkungan dapat dipidanakan,” katanya kepada Potretkota.com, Jumat (12/10/2018).

BACA JUGA: Dinas Lingkungan Cuek Kasus PG Candi Baru

Undangan-undang dimaksud dalam Pasal 112 UUPPLH dijelaskan, Setiap pejabat berwenang yang dengan sengaja tidak melakukan pengawasan terhadap ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan dan izin lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 dan Pasal 72, yang mengakibatkan terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

Dony kepada Polisi meminta agar Direktur PG Candi Baru anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Rajawali Nusantara Indonesia, Kepala DLHK Kabupaten Sidoarjo serta Kepala DLH Provinsi Jawa Timur, segera dilakukan pemeriksaan, dan menyeretnya ke pengadilan. Tujuan kedepan agar tidak ada jatuh korban lagi. “Kami sengaja laporkan (Polda Jatim) oknum perusahaan ataupun Dinas Lingkungan, agar nantinya ada efek jera,” tegasnya.

Sementara, Rudi petugas piket Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Jatim meminta agar GPD membuat surat langsung ke Kapolda Jatim Irjen. Pol. Drs. Lucky Hermawan perihal kasus limbah PG Candi Gula yang sudah makan korban. ”Buat surat ke Kapolda Jatim saja,” tegasnya, agar nanti Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jatim Kombes Pol Agus Santoso yang menentukan tugas penyelidikan.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, limbah panas PG Candi Baru di Desa Klurak, Candi, Sidoarjo, sudah makan korban. Mereka adalah, bocah Davin, mengalami luka serius, September 2018 lalu. Sedangkan bocah Hendi meninggal dunia di ruang operasi RSUD Sidoarjo, awal Oktober 2018.

BACA JUGA: Limbah Panas PG Candi Baru Makan Korban dan Ternyata Ada Korban Lain Limbah PG Candi Baru

Peran serta kinerja Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo dalam menegakkan UU No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) saat ini patut dipertanyakan. (Tio)

Pasien Katarak Belum Bisa Menggunakan BPJS
Jambret di Pamekasan Ditangkap Anggota Koramil