Gratifikasi, Eddy Rumpoko Diputus 7 Tahun Penjara

JPU: Hukuman Terdakwa Ditambah

Gratifikasi, Eddy Rumpoko Diputus 7 Tahun Penjara

Potretkota.com - Mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko oleh Ketua Majelis Hakim I Ketut Suarta diputus hukuman 7 tahun, denda Rp 500 juta, subsider 3 bulan penjara. Hakim menilai, terdakwa melanggar gratifikasi yang diatur dalam Pasal 12 B Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Selain itu, hakim juga menetapkan Eddy Rumpoko membayar uang pengganti Rp 45,9 miliar. “Apabila tidak dibayar, maka diganti hukuman 3 tahun penjara,” kata Ketua Majelis Hakim I Ketut Suarta, di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya, Kamis (19/5/2022).

Atas putusan tersebut, baik Eddy Rumpoko dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ang menuntut terdakwa 8 tahun 6 bulan penjara, menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya, dalam dakwaan, Eddy Rumpoko ditetapkan sebagai tersangka karena saat menjabat Wali Kota Batu menerima gratifikasi Rp 46.873.231.400. Uang sebanyak itu diduga diperoleh dari perizinan tempat wisata, hotel ataupun proyek-proyek yang berlangsung di Kota Batu, diantaranya:

  • Paul Sastro Sendjojo Bos Jatim Park Group memberikan tanah senilai Rp 3.109.050.000 untuk perizinan Predator Fun Park.
  • Ferryanto Tjokro PT Borobudur memberikan fee proyek sebesar Rp 3.520.000.000
  • Yusuf, ST sebesar Rp 2.280.000.000,00 melalui Edi Setiawan selaku Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Batu terkait dengan paket-paket pekerjaan
  • Arief Setiodi pemilik CV Kalifa Muda memberikan fee proyek Rp 2.380.000.000
  • Iwan Budianto PT AGIT PERKASA, PT Arema Aremania, PT Duta Perkasa Unggul Lestari, PT Lembu Nusantara Jaya dan CV Bimasakti yang mana mayoritas perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di bidang property hotel maupun perumahan yang terdapat di Kota Batu maupun Malang, Rp 4.750.000.000
  • Dodock Credenda Handogo Direktur PT Bogor Raya Ecopark sebesar Rp 150.000.000
  • Haries Purwoko Rp 100.000.000 melalui Kadis PUPR Pemkot Batu Himpun Siregar
  • Edy Antoro Dirut PT Kusuma Satria Dinasastri Wisatajaya sebesar Rp 100.000.000.
  • Arief As Siddiq Kepala Dinas Pengairan Binamarga Kota Batu yang sekarang menjabat Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Rp 100.000.000.
  • Manajemen MRC Batu Condote & Villa sejumlah kurang lebih Rp 300.000.000
  • Dje Vicky Sastrawan pemilik Alpines Condotel sebesar Rp 1.000.000.000
  • Hendro Wibowo Direktur Hotel Alamanda/ Hanoman Hotel Batu Rp 400.000.000
  • Anugroho Fajar Islami pemilik Contena Hotel Batu Rp 500.000.000
  • Dion Kharisma Gunawan sebesar Rp 1.000.000.000
  • H. Moh Zaini Ilyas sebesar Rp 8.100.000.000
  • Penerimaan-penerimaan uang tidak diketahui sumbernya dan bertentangan dengan profil terdakwa selaku Penyelenggara Negara yaitu Wali Kota Batu pada kurun waktu tahun 2011 sampai dengan tahun 2017 sejumlah Rp 18.284.181.400

Untuk diketahui, Eddy Rumpoko sebelum dijerat gratifikasi oleh KPK diangkap karena dianggap enerima suap senilai Rp295 juta dan satu mobil Toyota Alphard senilai Rp1,6 miliar dari seorang pengusaha Filiput Djap, terkait proyek di lingkungan Pemkot Batu.

Karena itu, Ketua Majelis Hakim H.R Unggul Warso Murti memberikan putusan 3 tahun penjara, denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan. Hakim juga meminta agar Eddy Rumpoko mengganti uang Rp300 juta, apabila tidak dibayar maka diganti 3 bulan kurungan.

Tidak terima dengan putusan Hakim, JPU banding. Eddy Rumpoko pun diputus pidana penjara 3 tahun dan 6 bulan. Terdakwa juga di denda Rp200 juta, dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka harus diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan.

Eddy Rumpoko yang tidak terima kemudian kasasi. Hasilnya, suami Dewanti Ruparin Diah diputus pidana penjara selama 5 tahun 6 bulan. Anak pasangan Brigjen TNI (Purn) Sugiyono dan Egnie Rumambe Sugiyono ini pun di denda Rp200 juta, subsider 3 bulan kurungan.

JPU KPK Arif Usman, SH. MH kepada Potretkota.com mengaku, putusan gratifikasi ini berlaku setelah Eddy Rumpoko sudah menjalani hukuman dalam perkara pertama, tahun 2018 lalu. “Pidana korupsi yang pertama akan ditambah perkara gratifikasi yang baru saja diputus majelis hakim,” singkatnya usai sidang. (Hyu)

SPDP Kepala Dispendik Pasuruan Masuk Kejaksaan
Ibu Narapidana Christian Beasley Datangi Kedutaan Besar AS di Indonesia