Hajar Pelakor, Asteria Ismi Sawitri Jadi Pesakitan

Hajar Pelakor, Asteria Ismi Sawitri Jadi Pesakitan

Potretkota.com - Gara-gara hajar Wenny Handayani, selingkuhan Zacharia Fananov suami dari Asteria Ismi Sawitri duduk dikurusi pesakitan. Terdakwa Asteria Ismi Sawitri oleh JPU Darwis dari Kejaksaan Negeri Surabaya, didakwa Pasal 351 ayat (1) KUHPidana.

Menurut Wenny Handayani, peristiwa ini terjadi usai sholat Ashar di Mushola Grand City Mall Surabaya. Saat itu, ia duduk masih menggunakan mukena sambil memainkan handphonenya.

Terdakwa melihat saksi Wenny Handayani chating (berkomunikasi) dengan Zacharia Fananov yang merupakan suami terdakwa. Sontak terdakwa emosi dan berusaha merebut handphone sembari mengatakan pelakor, pelacur serta sempat menarik jilbab sehingga kelihatan rambut.

"Terdakwa juga memukul dengan tangan kosong kearah pipi kanan dan kiri lebih 5 kali. Mencakar serta mengigit dari musholla hingga toilet," kata Wenny di Ruang Sari 3 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Wenny Handayani menambahkan, setelahnya diajak ketemu sama Asteria Ismi Sawitri di daerah Sidosermo Surabaya. Dalam pertemuan hampir 3 jam, ia dipaksa untuk membuat surat pernyataan agar masalah ini selesai tetapi saya tolak.

"Kemudian terkait pekara ini saya laporkan ke Polsek Genteng Surabaya. Sama pihak Polsek Genteng didampingi saat dilakukan Visum di Rumah sakit Hadihusada Surabaya," tambah Wenny karyawati Bank BNI Surabaya.

Kepada JPU Darwis dari Kejaksaan Negeri Surabaya, korban Wenny Handayani mengaku sudah memaafkan perbuatan terdakwa Asteria Ismi Sawitri. "Sebenarnya sudah saya memaafkan cuma saya malu telah diteror dengan mendatangi rumah, tetangga, tenpat kerja hingga keluarga besar," akunya.

Sementara, terkait keterangan saksi terdakwa Asteria Ismi Sawitri mengatakan keterangan korban Wenny Handayani banyak tidak benarnya. Terdakwa menjelaskan, ia tidak pernah memukul dan tidak pernah menerornya. "Tidak melakukan pemukulan dan meneror," kilahnya tanpa mengenakan rompi tahanan. (Tio)

Warga Krembangan Tewas Terlindas Truk Kontainer
Iswahyudi Menyoal Persekabpas Diswastakan