Hajar Wartawan, Dua Oknum Polisi Jadi Pesakitan

Hajar Wartawan, Dua Oknum Polisi Jadi Pesakitan

Potretkota.com - Karena hajar wartawan saat liputan, Bripka Purwanto dan Brigpol Muhammad Firman Subkhi dua anggota Polisi diseret jadi pesakitan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mendakwa terdakwa dengan Pasal 351 ayat 1 KUHP Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan Pasal 335 ayat 1 KUHP Juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

"Kedua teradakwa Purwanto dan Firman Subakhi dijerat pasal alternatif, antaranya Pasal 18 ayat 1 UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers Juncto Pasal 55 ayat 1, Pasal 170 ayat 1 KUHP Jucto 55 ayat 1," kata JPU di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (22/09/2021).

Sebelum sidang dimulai, smpat terjadi aksi penolakan dari JPU terkait kehadiran tim Bantuan Hukum Polda Jatim yang duduk dikursi persidangan dan menjadi pengacara kedua terdakwa. Penolakan itu dilontarkan Winarko dengan mendatangi meja Ketua Majelis Hakim M. Basir.

"Kalau polisi menjadi advokat tidak bisa, hanya pendampingan saja. Bankum dari Polri sifatnya hanya pendampingan saja, mereka tidak boleh duduk dikursi kuasa hukum para terdakwa. Hal ini sesuai keputusan Mahkamah Agung Nomor 8 tahun 1987," ujar Winarko.

Atas sikap penolakan itu, ketua majelis hakim pun menyetujuinya. Hakim akhirnya masih membolehkan Bankum Polri duduk di kursi persidangan mendengarkan jaksa membacakan dakwaan.

Untuk diketahui, perkara ini berawal hari Sabtu (27/3/2021). Saat itu wartawan Nurhadi tiba di Gedung Samudra Bumimoro Surabaya untuk mendapatkan keterangan dari seorang pejabat di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Kasus pejabat ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Nurhadi mendatangi pejabat yang tengah menggelar resepsi pernikahan di gedung tersebut. Namun dia didatangi panitia pernikahan dan menanyai tamu dari mana. Nurhadi pun menjawab kedatangannya dari mempelai perempuan, tapi perwakilan keluarga dari pihak perempuan mengaku tidak kenal.

Setelah itu, Nurhadi didorong menjauh ke belakang gedung, yang diduga oleh seeorang ajudan pejabat tersebut. Telepon genggamnya juga dirampas, dikata-katai dan diancam pembunuhan.

Tidak berhenti di sana. Nurhadi dibawa seorang anggota diduga dari kesatuan TNI ke sebuah pos untuk ditanyai mengenai identitas. Selepas itu, Nurhadi akan dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Di tengah perjalanan, ia dibawa kembali ke gedung tempat resespi untuk interograsi oleh aparat dan seorang ajudan pejabat pajak itu.

Wartawan Nurhadi, di interogasi disertai dengan tendangan, pukulan dan penamparan hingga ancaman pembunuhan. Anehnya setelah itu, disorongkan uang Rp 600 ribu dalam lembaran sebagai ganti kerusakan telepon genggam. Namun ditolak dan dikembalikan ke mobil yang mengantarnya pulang.

Setelah itu, Nurhadi pulang ke rumah diantar oleh dua orang mengaku sebagai polisi pada Minggu (28/3/2021) pukul 02.00 dini hari. Nurhadi mengalami luka robek di bibir dan dada sesak akibat pemukulan. Atas kekerasan yang menimpa Nurhadi, kata rekannya Eben, akan menempuh upaya hukum dan melaporkan ke Polda Jawa Timur. (Tio)

Pelaku Kredit Fiktif Bank Jatim Ditahan
Ambil Jenazah Ibu, Anak Dituntut 10 Bulan Penjara