Hakim Bebaskan Komisaris PT SBE Indro Prajitno
Indro Prajitno Komisaris PT Sumber Baramas Energi Indro Prajitno

Terdakwa Cek Kosong

Hakim Bebaskan Komisaris PT SBE Indro Prajitno

Potretkota.com - Ketua Majelis Hakim Widiarso, memberikan putusan bebas terhadap Indro Prajitno, terdakwa cek kosong. Hakim menilai, warga Bogor ini tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan pertama atau dakwaan kedua.

"Membebaskan Terdakwa oleh karena itu dari semua dakwaan Penuntut Umum. Memerintahkan Terdakwa dibebaskan dari tahanan segera setelah putusan ini diucapkan," kata Widiarso, Senin, 21 November 2022.

Widiarso juga meminta, agar hak-hak Terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya dipulihkan.

Menanggapi hal tersebut, Aminarti kuasa hukum terdakwa kepada wartawan tidak banyak komentar. "Putusan hakim sudah sesuai," singkatnya.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tiimur (Kejati Jatim) Sabetania R. Paembonan yang menuntut terdakwa Indro Prajitno dengan hukuman 4 tahun penjara, langsung mengajukan kasasi.

BERITA ERKAIT: Hakim Keceplosan Akan Bebaskan Terdakwa Indro

Untuk diketahui, dijelaskan dalam dakwaan, peristiwa berawal saat Terdakwa Indro Prajitno Komisaris PT Sumber Baramas Energi (SBE) mengaku mendapat kontrak jual beli batubara dengan PT PLNBB (PLN Batu Bara) dan membutuhkan investor. Kemudian, rekan kerjanya Dewi Ratnaning Winastuti als Kezia menghubungi korban Komisaris PT Progo Puncak Group (PPG) Alexandria I.G alias Thian.

Dalam pertemuan, terjadi kesepakatan, korban dijanjikan mendapat bagian untung Rp 49 ribu perton setiap pengiriman batubara. Selama periode bulan Juli 2019 sampai dengan Agustus 2019, terdakwa Indro Prajitno sudah meminta Rp 17.145.458.936.

Terdakwa juga meyakinkan korban, Oktober 2019, Indro Prajitno membuatkan Draf Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luas Biasa (RUPSLS) PT SBE mengenai pemberian saham 40%.

Dalam transaksi tersebut, Alexandria telah mendapatkan kembali modal dan keuntungan yang telah dijanjikan oleh terdakwa Indro Prajitno untuk pembayaran Batu Bara. Namun, saat pembayaran tahap ketiga, Alexandria belum menerima pengembalian modal dan keuntungan.

Saat dilakukan pembayaran melalui cek senilai Rp 6.136.200.000 dan Rp 4.156.600.000 sebagai pengganti atas pengembalian modal dan keuntungan, ternyata saat dicairkan ditolak oleh bank, karenakan dana pada rekening tidak mencukupi. Akibat perbuatan terdakwa, korban Alexandria merugi Rp 9.195.845.872. (Hyu)

PNS Dinsos Bondowoso Bagi Uang Korupsi Kambing
Saiful Mahmud Diputus Hukuman 4 Tahun 5 Bulan