Indra Tantomo Bayar Utang Rp 3 M Pakai Cek Kosong

Indra Tantomo Bayar Utang Rp 3 M Pakai Cek Kosong

Potretkota.com - DR. Indra Tantomo, MBA warga Jalan Dharmahusada Surabaya diseret ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya karena menipu korban Kadiono Gunawan, pemilik Koperasi Simpan Pinjam Putra Mandiri Jawa Timur (KSP PMJT), Rp 3.017.000.000.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Made Sri Astri Utami, SH menyatakan, perkara ini berawal saat Indra Tantomo mengajak rekanya George Harijanto berinvestasi di Multi Level Marketing M101. Terdakwa meminta agar SHM No 1333 atas nama George Harijanto digadaikan ke KSP PMJT senilai Rp 4 miliar.

"Kemudian oleh Kadiono Gunawan sebagai pemilik koperasi menyanggupi pinjaman sebesar Rp 4 miliar dengan kesepakatan kembali sebesar Rp 5 miliar, selama 5 bulan," kata JPU di Ruang Candra PN Surabaya, Kamis (15/4/2021).

JPU menambahkan, karena sepakat kemudian Indra Tantomo membuat akte pengakuan hutang ke notaris berupa SHM No 1333 atas nama George Harijanto di Kelurahan Siwalankerto Surabaya, dengan luas 1100 meter persegi.

"Setelah itu, terdakwa memperoleh uang sebesar Rp 3.785.000.000, sudah termasuk adminitrasi dan pemotongan biaya lain-lain di koperasi," tambah JPU.

Masih JPU, uang tersebut setelahnya oleh terdakwa ditransfer ke rekening atas nama PT Semesta Investama Persada sebesar Rp 3.565.000.000, yang ditunjuk perusahaan M101. Dan sisanya Rp 220.000.000 dipergunakan terdakwa membayar hutang.

Tidak lama kemudian, karena komitmen pembayaran selaku pihak yang mengajukan pinjaman, terdakwa Indra Tantomo memberikan cek kepada Andi Gunawan anak Kadiono Gunawan yang juga menjabat Ketua KSP PMJT. Namun sayang, cek yang diberikan korban kosong.

Atas perbuatannya, JPU Ni Made Sri Astri Utami mendakwa terdakwa Indra Tantomo mantan Direktur Utama PT Aditama Raya Farmindo dengan Pasal 372 KUHP dan 378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan.

Usai sidang, Susilowati SH MH pengacara korban dari KSP PMJT mengaku, kliennya Andi Gunawan merasa tertipu hingga Rp 3.017.000.000 karena cek yang diberikan Indra Tantomo ternyata kosong. "Cek ke 1-3 sempat bsa dicairkan. Tapi cek ke 4 dan ke 5 kosong termasuk pokok hutangnya," akunya.

Sebelumnya, Kanit Harda Polrestabes Surabaya AKP Giadi Nugraha kepada wartawan baru-baru ini menjelaskan, perkara itu sudah masuk pidana meskipun berawal dari utang piutang. Sebab, pada prosesnya tersangka sempat memberikan cek sebagai komitmen pembayaran. "Itu sama saja dengan uang. Berbeda dengan BG (bilyet giro)," jelasnya. (Tio)

Pelindo III Komitmen Dukung Sumber Daya Unggul
Penerima Uang Salah Transfer Diputus 1 Tahun