Jaksa Tolak Eksepsi 'Jagoan' Jimmy's Club
Para terdakwa Jimmy's Club (dilingkari) saat keluar persidangan

Jaksa Tolak Eksepsi 'Jagoan' Jimmy's Club

Potretkota.com - Sidang agenda eksepsi para ‘jagoan’ Jimmy's Club ditolak oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Damang Anubowo. Alasannya, dakwaan yang sudah disusun, sudah sesuai.

“Penuntut umum tetap pada dakwaan semula, ke-5 terdakwa sudah melanggar Pasal 170 ayat (1) KUHP,” kata Damang di ruang Sari Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (26/11/2018).

Kelima terdakwa dimaksud JPU yakni, Dewi Megawati Aldona Doni, Jenifer Berby Aldona Doni, Giri Bayu Kusuma, Muhammad Rizzal, Muhammad Baslum. Agenda sidang sebelumnya, mereka semua minta dibebaskan dari dakwaan dan Pasal 170 ayat (1) KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun 6 bulan penjara.

Sementara, usai sidang JPU Damang Anubowo mengaku, terdakwa sengaja jadi tahanan kota dan bebas dari jeruji besi karena kooperatif pada tahap penyidikan di kepolisian hingga persidangan. “Para terdakwa kooperatif,” dalihnya.

BACA JUGA: Tamu Hotel JW Marriott Dikeroyok di Jimmys Club

Seperti diketahui, korban Handy Natanael Setiawan dan korban Jimmy Cen saat itu menikmati malam di Jimmy's Club and Lounge area Hotel JW Marriott Surabaya, Minggu (21/1/2018). Dalam Club, keduanya melihat ada keributan, dan bergegas pergi.

Saat pergi, Handy dan Jimmy bergunjing dan pergunjingan tersebut didengar oleh terdakwa Dewi Megawati. Karena tidak terima atas pergunjingan tersebut, Dewi lalu memukul Handy dibagian pipi kiri. Aksi ini terlihat security club dan berusaha melerai keributan. Bukannya selesai, teman-teman Dewi juga melakukan pemukulan terhadap Handy dan Jimmy.

Akibat pengeroyokan ini, Handy mengalami luka lecet pada pipi sebelah kiri, punggung sisi kiri, lengan kiri belakang dan leher kanan belakang. Sedangan Jimmy mengalami luka robek diatas alis mata kiri, luka memar di pipi kanan, pelipis kanan, dahi tengah, pipi kiri. (Tio)

Bawaslu Sosialisasi Pemilu 2019 Untuk Pemula
Modal Rp 50 Ribu, Sutoyo Bergaya Perwira TNI-AL