Jembatan Suroboyo Rp 200 Miliar Belum Bermanfaat

Jembatan Suroboyo Rp 200 Miliar Belum Bermanfaat

Potretkota.com - Jembatan Suroboyo yang diresmikan sejak 9 Juli 20016 disebut-sebut tidak berdampak apa-apa pada masyarakat sekitar. Terlebih, jembatan yang dibangun dengan panjang 800 meter dan lebar 18 meter itu sudah ditutup beberapa bulan yang lalu.

Warga sekitar tidak tahu alasan ditutupnya Jembatan Suroboyo yang diperuntukkan sebagai destinasi wisata. Namun, pengakuan pedagang yang mengaku bernama Nanik, ditutupnya jembatan itu sejak terjadinya bom gereja di Surabaya. "Kira-kira sejak bom gereja," ungkapnya.

Menurut perempuan 3 tahun ini, Jembatan Suroboyo yang dibangun dengan dana APBD sekitar Rp 200 miliar, dirinya juga mengaku belum merasakan imbasnya dari pembangunan tersebut. Dikaranakan, sebelum ada jembatan dan sesudah dibangun, belum ada dampak istimewa, apalagi terhadap jualannya.

“Saya sudah lama berjualan gorengan. Jadi tidak tau efeknya apa? Pelanggan ya itu-itu saja, tidak ada yang baru,” kata Nanik.

Sementara, berdasarkan pantauan Potretkota.com, terlihat baik pintu masuk dan keluar Jembatan Suroboyo dipagar dengan menggunakan pembatas Road Barrier/ Traffic barrier.

Rizky, petugas keamanan mengatakan Jembatan Suroboyo itu ditutup karena adanya renovasi. Saat ditanya kapan akan dibuka, Rizky tidak mengetahuinya. “Ditutup sementara, karena masih ada pengecetan. Nanti kalau sudah selesai pasti dibuka," jelasnya.

Terpisah, Camelia Habiba Anggota Komii C DPRD Surabaya menyebut, sejak awal pembangunan Jembatan Suroboyo, Pemkot dinilai kurang memperhatikan manfaatnya untuk masyarakat.

Harusnya, kata Sekretaris Komisi C itu, pembangunan dikaji dulu sosial budaya masyarakat di sana. Sehingga tidak terkesan memaksakan pembangunan. Apalagi, menurutnya pembuatan destinasi wisata yang berupa Jembatan Suroboyo itu menghabiskan biaya lebih dari 200 miliar. "Itu menghabiskan 200 miliar lebih,” cetusnya.

Wanita yang merupakan anggota dewan dari fraksi PKB itu menambahkan, memang banyak pembangunan Pemkot yang gagal. Karena selama pembangunan, sepertinya masyarakat kurang diajak bicara. Sehingga tidak tahu bagaimana pembangunan itu memberikan manfaat pada masyarakatnya.

“Seharusnya obyeknya di sana diajak bicara. Pemerintah kan berfikirnya begini, kalau sudah dibangunkan wisata di sana akan membangkitkan ekonomi di sana. Tapi tidak dikaji, bagaimana budaya masyarakatnya. Harusnya disesuaikan. Sehingga, banyak pembangunan yang kurang memberi manfaat, seperti Centra Ikan Bulak, Centra PKL Ampel,” tegas Camelia.

Namun, sangat tragis, karena baru 2,5 tahun Jembatan Suroboyo dibangun ternyata tidak mampu mendatangkan pariwisata. Padahal, tujuan dibangunnya tersebut untuk destinasi wisata Kota Surabaya. "Tragis melihat kondi jembatan saat ini, apalagi itu menghabiskan 200 miliar lebih, namun belum mengangkat perekonomian di sana," tambah Camelia. (Qin)

Pengedar Pil Koplo Sekolah Dituntut 1 Tahun Penjara
Peracik Miras Oplosan Dituntut 8 Tahun Penjara