Kaveling Pecalukan Disebut Lurah tak Berizin

Kaveling Pecalukan Disebut Lurah tak Berizin

Penjualan tanah kavling banyak merugikan pembeli. Karena pengusaha pada umumnya yang memilki usaha jual beli tanah kaveling tidak dilengkapai fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos), terutama lahan untuk pemakaman. Hal itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan Dan Kawasan Permukiman.

Potretkota.com - Bisnis kavling untuk hunian kini marak terjadi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Parahnya, selaku pengusaha kaveling tanah mengabaikan tata ruang serta perizinan sebagaimana ketentuan yang ada. Misalnya nampak terlihat dikawasan Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen telah berdiri beberapa rumah dilahan kavling yang ada ditengah persawahan.

Lurah Pecalukan, Sochibulbet menyebut dirinya tidak tahu diwilayahnya ada kavelingan dibangun untuk hunian. "Tidak tahu, karena selama saya menjabat sebagai Lurah disini tidak ada yang mengajukan rekom izin," sebutnya, Jumat (16/7/2021).

Sementara, Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana berjanji akan menindak lanjuti informasi tersebut. Pihaknya akan koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Pasuruan serta dinas terkait. "Apabila dilapangan ditemukan pemilik kaveling tidak bisa menunjukan dokumen-dokumen perizinan tentunya akan kita segel (dihentikan sementara)," tegasnya. (Mat)

TPA Berdiri Diatas TKD Wonokerto Bermasalah
Gubernur Jatim Tidak Target Waktu Vaksinasi Pelajar