Kejaksaan Usut Dana Korupsi Rp 25 M ke PT NSE

Kejaksaan Usut Dana Korupsi Rp 25 M ke PT NSE

Potretkota.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil terus mengusut aliran dana dugaan kasus korupsi PKIS Sekar Tanjung senilai Rp 25 miliar. Aliran dana tersebut di duga ke PT Nurwey Still Enggenering (NSE) yang ada di jalan raya Malang-Surabaya, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Selain itu, Kejaksaan juga sempat melirik kasus tersebut mengarah ke KPSP Setia Kawan yang ada di jalan raya Wonosari Nongkojajar, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

Kasi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Bangil, Denny Saputra mengatakan dalam perkara itu pihaknya telah menetapkan tiga tersangka sekaligus melakukan penahanan terhadap H Koesnan Katua PKIS Sekar Tanjung juga sebagai Ketua KPSP Setia Kawan. Kemudian mantan Wakil Bupati Pasuruan, Riang Kulup Prayudha sebagai seketaris koprasi dan Wibisono sebagai penyedia barang dan jasa. Lalu tersangka satunya ada di Jakarta yang kini masi dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Untuk kerugian kami masih menunggu hasil perhitungan. Tapi dari pemeriksaan awal kerugian mencapai sekitar Rp 25 miliar," kata Denny.

Atas kasus tersebut, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan penyegelan terhadap PT NSE. "Ini setelah tim Kejaksaan akan melakukan pemeriksaan dan jika Direktur Utama PT NSE, Wibisono divonis bersalah. Sebab tim Kejaksaan mencurigai adanya dugaan pencucian uang yang dilakukan para tersangka ke perusahaan tersebut. Tidak menutup kemungkinan pusaran kasus mengarah ke KPSP Setia Kawan Nogkojajar," tambah Denny.

Terpisah, Menejer Produksi PT NSE, Karianto membenarkan telah mengerjakan rakitan tangki di PKIS Sekar Tanjung. "Itu atas perintah direktur PT NSE, Wibisono. Karena Wibisono mendapat pesanan dari PKIS Sekar Tanjung. Kita mengerjakan sesuai prosedur permintaan, sesuai pesanan, sesuai harga, sesuai PO dan sesuai gambar. Pihaknya menyebut saat itu PKIS Sekar Tanjung memesan tangki susu kurang lebih 10 unit, total harga jika dihitung semua tidak sampai Rp 2 miliar," ucapnya.

Masih Karianto, PT NSE ini dipegang oleh dua si Bos yaitu Pak Nurwey dan Pak Wibisono. Kedua bos ini berkerjasama mendirikan perusahaan PT NSE tahun 1980. Dulunya Pak Nurwey selaku Ketua Gabungan Koprasi Susu Seluruh Indonesia (GKSI) dan Pak Wibisono berpengalaman dibidang Engginering. PT.NSE ini bergerak dibidang pembuatan tangki susu.

"Direktur kita Wibisono kejebak tanda tangan oleh Pak Nurwey. Karena waktu itu Pak Nurwey ada di Jakarta, sedangkan Pak Wibisono ada di Malang. Itu yang akhirnya Pak Nurwey menyuruh Pak Wibisono menandatangani pekerjaan di PKIS Sekar Tanjung," terang Karianto. (Mat)

Penumpang Kapal Laut Dihimbau Gunakan Aplikasi Peduli Lindungi
Anggota DPRD Akui Gelar Acara Nikah Saat Pandemi