Kejari Bangil Hentikan Perkara Penganiayaan
Kejari Bangil seusai menggelar Restorative Justice.

Restorative Justice

Kejari Bangil Hentikan Perkara Penganiayaan

Potretkota.com - Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil, Ramdanu Dwiantoro mendatangi Rumah Restorative Justice (RRJ) Sakera Gumuyu (Santun, Keadilan, Merakyat, Guyub, Rukun, Bersatu Padu) di Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Kehadirannya tersebut guna mendampingi Yosi Panga Harianto, Kamis, (28/04/22).

Dia datang tidak sendirian, melainkan bersama Kasi Pidum Kejaksaan, Kapolsek Pandaan, Danramil, Kepala Desa setempat dan Muspika. Kedatanganya, mendampingi tersangka berdamai dengan korban dalam perkara hukum kasus penganiyaan dan hasilnya perkara itu berhenti.

Kepala Kejaksaan Negeri Bangil, Ramdanu Dwiantoro menyampaikan melalui surat penetapan penghentian penuntutan dengan nomor: BP 107/III/2022/Reskrim pada tanggal 24 Maret 2022 dengan perkara tindak pidana penganiyaan atas nama Yosi Panga Harianto.

Maka hari ini kejaksaan telah mendamaikan sebuah perkara kasus penganiyayaan di rumah restorative justice, yang mana perkara antar remaja tersebut, sebelumnya terjadi di daerah Kejapanan, Kecamatan Gempol. Atas kejadian itu, kini kedua belah pihak telah berdamai dan perkaranya dihentikan. Tentunya pemberhentian itu dilakukan melalui mekanisme dan aturan.

“Alhamdulillah dalam perkara tersebut semua berjalan lancar dan perdamaian telah dilakukan sebagai mana mestinya. Selain itu, perdamaian juga dilakukan melalui mekanisme restorasi keadilan dengan sebaik-baiknya. Semoga apa yang menjadi kebijakan yang dipelopori oleh Jaksa Agung memberikan rasa adil yang terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Ramdhanu.

“Mengenai dasar penghentian perkara sudah ada aturannya yang tertuang dalam mekanisme adanya perdamaian dalam bentuk kesepakatan bersama. Tentunya aturan ini dituangkan dalam berita acara yang menjadi syarat utama melakukan restorasi justice,” tutupnya.

Atas sikap Kejari Bangil, tokoh agama di Kecamatan Lekok, Gus Hudri merasa senang dengan langkah yang diambil oleh Kejari Bangil. Ia bahkan mengungkapkan bangga dengan program Kejaksaan yang memiliki rumah restorasi justice yang dapat menyelesaikan sebuah perkara.

“Karena terkait persolan di dunia, memang tidak lepas dari masalah kecil maupun besar. Tentunya di sebuah perkara kecil ini, berharap kedua belah pihak dapat saling memaafkan,” singkatnya.

Sementara itu, tersangka penganiyayaan asal Dusun Tanggulrejo, Desa Porong, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Yosi Panga Harianto, sangat berterima kasih kepada pihak terkait, khusnya pada korban. “Tak lupa, kami bersujud syukur perkara perdamaian yang saya alami berhenti. Untuk kedepan, saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini,” tukas Yosi.(Mat)

ASDP Merak Banten Tambah Jumlah Kapal
Kasad Lepas Mudik Bersama 1206 Personel Mabesad