Kejari Jaksel Ampuni Tersangka Pencurian HP karena Istri Hamil
Kejari Jaksel mengampuni Aldi, tersangka kasus pencurian satu unit handphone milik M. Iqbal. Upaya Restorative Justice ini dilakukan atas sejumlah pertimbangan yang salah satunya adalah karena korban memaafkan tersangka.

Restorative Justice

Kejari Jaksel Ampuni Tersangka Pencurian HP karena Istri Hamil

Potretkota.com - Berdasarkan hati nurani dan mengedepankan rasa kemanusiaan serta menjujung tinggi keadilan inilah yang menyebabkan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) menggelar Restorative Justice (RJ) terkait kasus pencurian hp seperti termaktup dalam Pasal 362 KUHP.

Pasalnya, ada beberapa faktor yang menjadikan sebuah perkara itu layak untuk dilakukan proses RJ. Di antaranya yang bersangkutan belum pernah dihukum, dan ancamanan hukumannya tidak lebih dari lima tahun, serta korban telah berdamai dan saling memaafkan., Nah dalam kasus ini mereka jugs telah berdamai antara korban M. Iqbal dengan tersangka Aldi yang disangkakan telah melakukan pencurian hp, pada Agustus 2022 di Kelurahan Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Syarief Sulaeman Nahdi menyatakan RJ diberikan karena korban telah memaafkan tersangka dan mereka sudah berdamai maka Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari  Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan melakukan Restorative Justice pada Selasa (6/9). Artinya JPU telah menghentikan penuntutan terhadap kasus tersangka Aldi yang telah melakukan pencurian hp sesuai Pasal 362 KUHP.

“Tersangka Aldi dan korbannya M. Iqbal, dialam hal ini Aldi disangkakan melakukan tindak pidana pencurian hp pada Agustus 2022. Seiring perjalanan waktu kedua pihak dipertemukan dan sepakat melakukan perdamaian, karena ada penggantian barang berupa hp kepada korban,” kata Syarief pada Amri di kantornya, Rabu (7/9).

Menurut Syarif kasus ini berawal ketika itu tersangka khilaf hingga membuatnya gelap mata dan mengambil hp milik korban yang tergeletak di gerobak sate pada siang hari. Hp tersebut diambil saat korban sedang tertidur. Nah, dikarenakan ada beberapa kriteria dari tindak pidana yang bisa dilakukan RJ, misalnya tidak terlalu besar kerugiannya dan sudah ada penggantian.

"Selain berdamai, hp juga telah diganti dengan nominal yang sama, sesuai harganya, serta Korban dan tersangka pun saling kenal. Jadi ini merupakan salah satu upaya bagi kita Kejaksaan untuk menangani perkara yang lebih humanis. Karena jika dilihat dia sudah menjalani hukuman selama kurang lebih dua bulan, dan itu sudah merupakan satu hukuman buat dia,” ucapnya.

Selain itu, tersangka sudah berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya dan korban juga sudah memaafkannya. Karena tersangka mencuri hp itu dalam keadaan terpaksa untuk membiayai persalinan istrinya yang sedang hamil dan tinggal menunggu waktu melahirkan anaknya yang ketiga.

Faktor Kemanusiaan

“Kita juga melihat faktor kemanusiaan, karena isterinya juga tengah hamil besar 9 bulan,” kata Syarief seraya mengatakan oleh karena itu Kejari Jaksel memandang kasus tersebut layak untuk dilakukan RJ. Sebab RJ itu adalah penilaian dari Kejaksaan, bukan merupakan permohonan dari tersangka.

“Bisa tidaknya diberikan RJ kepada tersangka. Sebab RJ itu tidak bisa diajukan dan itu murni dari Jaksa Penuntut Umum, kami punya tanggung jawab moral melakukan itu dan kami tidak sembarangan melakukan RJ,” tegas Kajari.

Syarief menjelaskan, untuk proses hukumnya tetap dijalankan, berkasnya juga sudah diserahkan ke Kejaksaan. Kemudian berkas itu dianalisa dan apakah layak untuk dilakukan RJ atau tidak.

"Kita juga lihat motifnya seperti apa, banyak faktor yang kita nilai, dan kita melihat tidak dari satu sisi saja,” ungkap Syarif dengan mengatakan setelah dikeluarkannya surat penghentian kasus pencurian itu. Aldi kini dapat menghirup udara segar namun pihak Kejaksaan menyatakan, jika Aldi mengulangi lagi perbuatannya maka hukuman berat akan menantinya.

Sekadar diketahui bahwa selama tahun 2022, sudah ada 6 kasus yang dilakukan RJ oleh Kejari Jaksel. Salah satunya kasus penganiayaan ringan yang bisa diselesaikan dengan RJ.

Sementara itu, tersangka Aldi mengaku dirinya bersyukur alhamdulillah telah terbebas. “Ini taufik hidayah yang didapat bang. Ya sebenarnya pelajaran deh, ya biar gak terus jadi pendosa gitu, tobat,” akunya.

Mencuri untuk apa? Kata Aldi yang kerjaannya mentatto, dan mengamen, saat istri mengandung hamil besar, dia mengetahui pada malam hari isterinya kontraksi mau lahiran, dia pun panik.

“Cuma megang uang Rp 100 ribu doang saat itu Bang, akhirnya saya khilaf dan terjadi kejadian ini,” ucap Aldi seraya mengatakan sebenarnya dibalikin dari sejak awal pun bisa hpnya.

“Gimana sih, gak biasa ngambil, ngambil kok berat. Tapi ini bukan dari hati korban, saya kenal korban, teman juga kok. Ada yang provokator, jadi saya langsung dibawa ke polsek. Memang ini sudah rencana Tuhan buat saya bang,” pungkasnya. (Amris)

Pengecer Sabu-sabu Dukuh Pakis Ditangkap
Emak-emak di Gresik Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo Presiden 2024