Kepsek Jelaskan Perubahan Nama SMA Negeri 1 Bangil

Kepsek Jelaskan Perubahan Nama SMA Negeri 1 Bangil

Potretkota.com - Perubahan nama SMA Negeri 1 Bangil menjadi SMA Negeri 1 Taruna Madani menuai protes dari alumni yang akrab dengan nam SMANBA. Protes tersebut disebabkan selaku pihak sekolah tidak ada sosialisasi. Selain itu dinilai aturan terlalu diskriminatif. Dengan perubahan nama, warga juga takut akan biaya pendidikan menjadi mahal.

Oleh sebab itu, pihak sekolah berharap para alumni SMANBA untuk datang ke SMAN 1 Bangil biar masalah terselesaikan. Karena semua masalah itu dapat dibicarakan bersama agar jelas dan tuntas.

"Sebenarnya istilah mengganti SMAN 1 Bangil menjadi SMAN 1 Taruna Madani itu tidak ada. Hanya saja dari Provinsi merubah kata belakangnya saja SMAN 1 Bangil menjadi SMAN 1 Taruna Madani. Jadi cuma nama SMAN 1 nya tetap. Perubahan ini dilakukan untuk lebih meningkatkan sumber daya manusia salah satunya di bidang pendidikan," ungkap Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Bangil, Dr. H. Imron Rosidi, M.Pd kepada wartawan baru-baru ini.

Masih Imron Rosidi, bahwasanya di Jawa Timur ada 4 sekolah yang bermutu yaitu Sekolah Taruna Mala, Taruna Brawijaya, Taruna Bayangkara dan Taruna Nusantara. Dari 4 sekolah itu ada salah satu sekolah di Kediri yaitu SMA Taruna Bayangkara. "Dan murid yang lulusan di sekolah itu kebanyakan tambah senang karena bertambah maju. Berharap di SMAN 1 Bangil nanti seperti itu," ujarnya.

Terkait unek-unek, alumni sebenarnya paham perubahan SMAN 1 Bangil jadi SMAN 1 Taruna Madani. Para alumni hanya ingin penjelasan status kurikulum. Kemudian soal pembayaran SPP. "Untuk itu, kita harap alumni sebaiknya datang ke SMAN 1 Bangil biar kita jelaskan dan duduk bersama. Sebab saya masuk SMAN 1 Bangil dulu pada 1 Sepetember 2021, melanjutkan program dari Kepala Sekolah yang lama," tegasnya.

Imron Rosidi juga menceritakan, untuk perubahan SMAN 1 Bangil jadi SMAN 1 Taruna Madani pada waktu itu Kepala Sekolah yang lama mengusulkan ke Provinsi Jawa Timur, bahwasanya di SMAN 1 Bangil itu ada lahan yang belum digunakan sama sekali.

"Kemudian bagaimana kalau SMAN 1 Bangil itu digunakan sekolah berbasis pesantren. Tetapi karena SMAN 1 Bangil ini Negeri sebenarnya tidak diperbolehkan. Dan agar tanah itu berguna, makanya SMAN 1 Bangil ini di ganti menjadi SMAN 1 Taruna Madani. Kedepan nanti SMAN 1 Bangil akan ada program ke agamaan baik itu Islam, Hindu, Budha, Kristen dan semua pelajar nanti boleh masuk yang dikordinir oleh pondok Dalwa, Sidogiri, Kyai Hamit Pasuruan, Pondok Salawiyah Bangil. Disitu juga akan diajarkan kedisipilinan yang dibina oleh lantamal lima Surabaya," jelas Imron Rosidi.

Soal biaya pembayaran yang disebut-sebut terlalu mahal, yaitu Rp 2,5 juta, disebut Imron Rosidi sebenarnya untuk boarding school (aekolah asrama). "Biaya tersebut untuk pelajar yang minat dan akan dapat fasilitas 93 kali makan dan minum dalam satu bulan, lalu dapat fasilitas 2 spray. Bahkan bisa nginap dan mandi di asrama sekolah. Jadi biaya itu bukan untuk SPP, melainkan biaya untuk hidup di kegiatan ketarunaan yang dibina oleh TNI seperti Kolonel, Letkol dan Mayor," tambahnya. 

Selain itu, Imron Rosidi mengaku, bagi siswa yang tidak mampu, pihaknya sepakat biaya sekolah Rp 400 ribu. "Bagi yang miskin kita persilahkan ke SMAN 1 Taruna Madani Jawa Timur. Tidak hanya itu, kita juga siapkan yang reguler harga Rp 200 ribu, tetapi tidak dapat ajaran agama dan akan dibina oleh TNI dalam kegiatan Marcing Band. Di pembangunan SMAN 1 Bangil ini nanti dari Provinsi akan menganggarkan senilai miliaran yang disiapkan luas lahan 4 hektar. Di dalam akan dibangun Asrama berfasilitas Bis dan Kolam renang," pungkasnya. (Mat)

PKL Genteng Besar Protes Jalan Tunjungan Romansa
Pemkot Surabaya Tunggu Evaluasi Buy The Service