Komisi A Minta Hasil Asesmen Lurah se Surabaya

Komisi A Minta Hasil Asesmen Lurah se Surabaya

Potretkota.com - Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya Camelia Habibah menyayangkan, hasil asesmen sebagai dasar penempatan pejabat baru dilingkungan Pemkot Surabaya, tidak di sampaikan ke publik terutama Komisi A.

"Kami minta hasil asesmen itu diberikan, sehingga kami bisa mengukur, bisa melihat. Karena ini merupakan upaya untuk mempertanggungjawabkan ke publik karena anggaran yang digunakan adalah anggaran publik," jelasnya baru-baru ini.

Politisi PKB tersebut menyebut, kalau hasil asesmen tersebut disampaikan terbuka oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya, pihaknya bisa melakukan fungsi kontrol, dan memberikan masukan, sehingga kerja pejabat baru nantinya lebih maksimal melayani OPD yang ada.

Camelia Habibah mengkhawatirkan, dengan tidak terbukanya hasil asesmen pejabat baru dilingkungan Pemkot Surabaya tersebut membuat kerja OPD tidak efektif. "Misalnya di kelurahan dan kecamatan, misinya Wali Kota itu ingin semua Kelurahan dan Kecamatan semua persoalan selesai ditingkat bawah. Sehingga masyarakat tidak jauh-jauh harus ke dinas atau ke Pemkot. Ketika yang ditaruh tidak sesuai dengan assesment atau kemampuan mereka. Justru nanti menghambat, sehingga tidak malah membantu mengoptimalkan tugas ditempat yang baru," ungkapnya.

Namun Camelia Habibah menggaris bawahi kalau penempatan pejabat baru, merupakan hak prerogatif Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. "Semua itu kebijakan kepala daerah. Cuma kita Komisi A sebagai fungsi kontrol, fungsi bugeting bisa memberikan masukan. Sangat disayangkan ketika kita hasil assesment, pemkot tidak memberikan," tegasnya.

Untuk diketahui, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menempatkan Lurah terbaiknya se Surabaya karena hasil asesmen. Saat itu, Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeko) ini juga menyebut, kelurahan bukanlah tempat orang-orang buangan. Tapi, mereka yang bertugas di kelurahan adalah orang-orang hebat dan berkompeten.

Namun sayang, Adinda Setiyoningrum Lurah Gunung Anyar Tambak Surabaya sabagai pilihan terbaiknya diduga kuat tidak sesuai dengan yang diharapkan, yaitu terkesan masa bodoh soal sungai berumah menjadi rumah. (Mar)

PDS Bayarkan Uang Karyawan PKWT Rp 9,4 Miliar
Rusunawa Puluhan Miliar di Surabaya Mangkrak