Komisi D Sebut Polimik Kadispendik Bercanda

Komisi D Sebut Polimik Kadispendik Bercanda

Potretkota.com - Ketua Komisi D Kota Surabaya, Khusnul Khotimah menegaskan, terkait alotnya komunikasi dengan pihak Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik), Soepomo, sebagaimana yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Surabaya A.H. Thony Jumat (25/6/2020) lalu, hanya miskomunikasi.

Menurut Khusnul, selama ini hubungan antara legislatif dan Dinas Pendidikan sebagai bagian dari eksekutif sangat baik. Dalam hal ini Komisi D yang membidangi pendidikan dan kesehatan, belum memanggil Kadispendik. Untuk itu, kata Politisi PDIP tersebut, apa yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Surabaya hanya kesalapahaman saja.

"Ini hanya terjadi miscommunication. Apa yang disampaikan anggota komisi D pada pak wakil ketua hanya bercanda," kata Khusnul di gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (29/6/2020).

Nanti, kata Khusnul, akan segera memanggil Kadispendik untuk membicarakan wacana KBM yang akan dilakukan tatap muka di Kelas pada tanggal 13 Juli 2020 nanti. Agar clear permasalahan yang memang terkesan bahwa kepala Dinas Pendidikan menutup diri. Sehingga hal ini lanjutnya, tidak ada kesan bahwa tidak ada koordinasi antara dinas pendidikan dengan kami (DPRD). "Pasti kami akan panggil ya, jadi pasti ada," ungkapnya.

Sedangkan terkait dengan dibukanya KBM tatap muka pada 13 Juli nanti, secara pribadi, kata Khusnul, dirinya belum sepakat dengan wacana tersebut. Sebab menurutnya, Surabaya masih dalam katagori zona merah. Jadi pihaknya sama dengan Wakil Ketua DPRD, A.H. Thony sebelumnya, yaitu tidak ingin timbul claster baru bila mana wacana KBM tatap muka diberlakukan pada pandemi ini. "Takutnya ini nanti akan menimbulkan claster baru, karena tingakat penyebaran covid-19 masih naik di Surabaya," terangnya.

Senada pula dengan anggota Komisi D Tjutjuk Sopariono, bahwa dirinya juga tidak sepakat dengan wacana KBM tatap muka di kelas yang akan dibuka pada 13 Juli nanti. Dengan alasan yang sama, menurut anggota Fraksi PSI tersebut, yaitu Surabaya belum dapat menurunkan Covid-19. Ketakutan Politisi melenial itupun tidak jauh beda dengan kebanyakan anggota dewan lainnya. Yang ditakutkannya, akan timbul claster baru di Sekolah. "Di surabaya belum turun, jadi mending jangan dululah," katanya.

Sedangkan, terkait dengan diamnya Soepomo. Tjutjuk menganggap diamnya Kadinkes saat pembukaan PPDB dapat dipahami menghindari dari KKN. Karena, kata Tjutjuk, tidak menutup kemungkinan ada orang-orang yang mau menitipkan anak-anaknya. "Diamnya Kadinkes mungkin menghindari hal yang tidak diinginkan (titipan atau KKN), kita tidak boleh su'udzon," cetusnya. (Qin)

Dispendik Surabaya Digeruduk Wali Murid
Tjutjuk: Saat Diterpa Pandemi, Dana PKH di Pungli