Lelang Komputer Rp 52 Miliar Hanya Diikuti Dua Peserta

Diduga Pemenang Sudah Disiapkan

Lelang Komputer Rp 52 Miliar Hanya Diikuti Dua Peserta

Potretkota.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tahun 2018 menganggarkan Pengadaan Komputer Pendidikan 5.225 unit. Namun, proses yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) disorot masyarakat.

Bagaimana tidak, Pengadaan Komputer Pendidikan dengan kode lelang 7303010 dengan anggaran Pagu Rp 53.770.211.000 dan Nilai HPS Rp 52.024.500.000 hanya diikuti dua peserta saja. Dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan, kode lalang ini berbeda, yakni 15285451.

Padahal, dalam perundang-undangan menurut Pasal 83 (b) Perpres No 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah disebut, apabila jumlah peserta yang memasukan dokumen penawaran untuk pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya kurang dari 3 (tiga) peserta, maka lelang dinyatakan batal atau bisa dilakukan pengumuman ulang.

Tidak ingin disalahkan, Kabag Perlengkapan Pemkot Surabaya Noer Oemiyati pun angkat bicara. Menurut Noer, pengadaan ini untuk memenuhi kebutuhan Dinas Pendidikan, yang siap digunakan pada tanggal 2 April 2018, bukan semata-mata untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), namun dipakai Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

“Sebenarnya, pengadaan itu bisa dilakukan dengan e-Katalog, namun ternyata e-Katalog belum tayang hingga saat ini. Makanya, kami meminta masukan dari berbagai tenaga ahli tentang solusi pengadaan ini,” kata Noer saat jumpa pers.

Pengadaan ini, disebut Noer selain mendapat solusi dari tenaga ahli dari ITS dan Unair, juga mendapat petunjuk dari Kejari Surabaya, Kejari Tanjung Perak dan Polrestabes Surabaya. Dalam simulasi itu, mereka mempertimbangkan apabila menggunakan lelang umum, maka baru awal Maret bisa dilakukan kontrak, padahal komputer itu sudah harus siap bulan April.

“Mereka juga mendampingi ketika kami melakukan simulasi apabila tidak bisa menggunakan e-Katalog. Dan, lelang ini ada dua, ada lelang umum dan lelang cepat,” tambah Noer.

Hingga akhirnya, proses lelang pun diumumkan pada 1 Februari 2018 di LPSE versi 4. Ternyata, pemenang lelang PT Bismacindo menawar perunit Rp 8.970.000. Angka ini disebut-sebut lebih murah karena HPS-nya ditetapkan Rp 9,9 juta per unit sesuai dengan harga di e-Katalog.

“Kami juga melakukan negosiasi untuk menambahkan sistem seperti microsoft office di semua komputer itu, dan mereka (pemenang) menyetujuinya, sehingga kami tetapkan dia sebagai pemenang lelang ini,” pungkas Noer.

Sementara, Kasi Intelijen Kejari Surabaya I Ketut Kasna Dedi, SH.MH yang mengklaim selalu mendampingi proses lelang ini memastikan hingga kini belum menemukan pelanggaran. “Saat ini, kami lebih mengutamakan pencegahan, sehingga banyak memberikan saran untuk didiskusikan dengan tenaga ahli. Hingga saat ini, semua proses pengadaan ini sesuai prosedur dan tidak ada pelanggaran,” pungkasnya. (Aq/Hyu)

Dispora Jatim Coret Tim Voli Program Kemenpora
KPU Larang Kampanye di Tempat Ibadah