LSM Polisikan Satpol PP Mabuk di Zona Gembong

LSM Polisikan Satpol PP Mabuk di Zona Gembong

Potretkota.com - Dianggap lamban melakukan proses penindakan terhadap oknum Satpol PP Kota Surabaya yang mabuk-mabukan hingga melakukan penganiyaan terhadap security Zona One Stop Entertainment, Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Piter Frans Rumaseb dan Komandan Bataliyon Wahyu Prasetya Yanottama, di polisikan.

“Kepolisian khususnya harus bertindak tegas. Jangan tebang pilih, tajam kebawah tumpul keatas memeriksa petugas yang melanggar Protokol Kesehatan saat terjadi wabah,” kata Winarto, salah satu LSM yang membuat pengaduan ke Polresabes Surabaya, Selasa (7/9/2021).

Winarto juga menyebut, aparat penegak hukum dapat menjerat Piter dan Wahyu dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, atau Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) terhadap pelanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM ) Darurat, yang mana ancaman hukuman maksimal pidana penjara satu tahun dan denda Rp 1 juta.

“Jangan hanya masyarakat biasa saja yang disanksi penjara Liponsos atau denda jika bersalah melanggar PPKM. Pemerintah seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat agar mentaati intruksi Presiden. Jangan diberi contoh mabuk-mabukan,” tambah Winarto.

Hal senada disampaikan I Wayan Titib Sulaksana, Pakar Hukum Unair. Kepada wartawan, dosen hukum ini juga meminta agar oknum yang berbuat menyimpang pada peraturan pemerintah wajih diberikan sangksi pecat tidak hormat. “Sanksi yang tepat adalah dipecat secara tidak hormat. Apalagi dilakukan pada waktu PPKM. Wis dieksekusi saja,” tegasnya.

Selain dipecat, Wayan meminta kedua oknum juga harus disidangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, beserta pengusaha hiburan malam tersebut. "Oknum Satpol PP dan pengusaha harus disidang di PN Surabaya dengan dakwaan melanggar prokes dalam situasi PPKM," tambahnya.

Untuk diketahui, 23 Agustus 2021, Piter menjamu warga sipil untuk mabuk minuman keras bersama Wahyu di hiburan malam Zona kawasan Gembong Surabaya. Dalam keadaan mabuk keras, security bernama Materdas dihajar. Meski begitu, pelaku dan korban berdamai tanpa dihadiri kepolisian. Wahyu didampingi Piter, sedangkan Materdas didampingi saudaranya Samsul. (Tio)

Anggota DPRD Jatim Hajar Istrinya
Pemerintah Luncurkan Program Bantuan Tunai Untuk PKL dan Warung