Lurah dan Staf Bersumpah Tidak Dapat Uang JLU
Hilmy Yuliardi Setiawan dan Budi Priyanto saat menjadi saksi Christiana dan Woe Chandra Xennedy Wirya

Lurah dan Staf Bersumpah Tidak Dapat Uang JLU

Potretkota.com - Lurah Gadingrejo Kota Pasuruan, Budi Priyanto dan stafnya Hilmy Yuliardi Setiawan, bersumpah didepan Majelis Hakim jika dalam proyek Jalan Lingkar Utara (JLU) Kota Pasuruan tidak dapat uang sama sekali.

Alasan tersebut terlontar karena pencairan JLU terjadi tahun 2014 sedangka Budi Priyanto menjabat tahun 2016. "Sumpah demi Allah, saya tidak tau soal pencairan JLU," tegas keduanya saat sidang, di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jumat (18/11/2022).

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan, Wahyu Susanto SH mengatakan, Lurah Budi terjerat lingkaran korupsi karena melakukan tandatangan di tahun 2019.

"Bahwa tindakan Pak Lurah dan Hilmy ditahun 2019, membuat surat kematian, surat sporadik, surat pernyataan kesaksian, dan sebagainya, yang menandakan peralihan hak letter C 709 atas nama Martin menjadi Christina," kata Wahyu Susanto.

Menurut JPU, Christina sebenarnya tidak berhak atas pencairan Jalan Lingkar Utara (JLU) Kota Pasuruan. "Bu Christina itu tidak berhak atas uang ganti rugi itu," tambah Wahyu.

Meski tidak berhak, Christina dibantu Woe Chandra Xennedy Wirya telah mendapatkan uang ganti rugi Rp118 juta dari proyek JLU 2014 lalu.

Sebelumnya, Christiana melalui pengacaranya Dani Harianto SH, MH, CMC, CCD mengaku, kliennya tidak tau uang Rp 118 juta yang telah diterima merupakan uang pembebasan JLU dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Pasuruan. "Dikira Christiana, itu uang kembalian dari kepengurusan sertifikat yang diurus oleh terdakwa staf kecamatan Eko Wahyudi," akunya, pernah memberikan uang kepengurusan sertifikat kepada Eko Wahyudi dan Camat Gadingrejo Sugiarto, total Rp200 juta. (Hyu)

Awas! Penjual Burung asal Wanareja Cilacap Menipu
Komunitas Nelayan Pesisir Tuban Kompak Dukung Ganjar Presiden 2024