Makna Gapuro Limo Sunan Ampel
Nanang Purwono dan Achmad Syaiful Bahri di Relief Gapura Sunan Ampel.

Oleh: Achmad Syaiful Bahri

Makna Gapuro Limo Sunan Ampel

Potretkota.com - Setelah dilakukan riset dan pengamatan secara seksama, serta mencocokkannya dengan rangkaian sejarah perjalanan dakwah Sunan Ampel yang dilakukan bersama almarhum Khotib Ismail dan beberapa komunitas pegiat sejarah, Nanang Purwono dalam sebuah eksplorasi mengungkap satu persatu makna dari tiap-tiap lima gapura yang ada di sekitar makam Sunan Ampel.

Jika dilihat dari kondisi saat ini, kelima gapura terarah secara terbalik. Maksudnya, gapura pertama seharusnya terhitung dari gapura yang paling dekat dengan makam Sunan Ampel. Namun karena kondisi Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel yang sudah tidak memungkinkan, maka gapura pertama dihitung dari pintu masuk Jalan Sasak gang Ampel Suci, Surabaya.

Gapura pertama, disebut Gapuro Munggah yang artinya adalah Gapura Naik, orang sekitar Ampel Denta menyebutnya Lawang Agung. Gapura ini sebagai simbol rukun Islam yang kelima, yakni melaksanakan ibadah haji. Menurut Nanang, gapura yang ada di sekitar makam Sunan Ampel merupakan jenis gapura Paduraksa, yaitu gapura yang terhubung bagian atapnya.

Pada Gapuro Munggah secara artistik terdapat relief bunga cengkeh di bagian kanan, kiri dan tengah dinding gapura. Relief cengkeh yang tergambar dengan jelas itu, sebagai simbol utama jalur rempah. Pada bagian kusen yang terbuat dari kayu jati, terdapat inskripsi dengan aksara Jawa kuno. Inskripsi ini baru disadari keberadaannya pada tahun 2016 lalu.

“Karena ini adalah pintu masuk ke kawasan kompleks ini, ada satu inskripsi, inskripsi dalam bahasa Jawa kuno gitu ya, yang berbunyi ‘Adhanawalewa Wawadha Arangu Asasawapa’ artinya adalah barang siapa-siapapun yang masuk wilayah ini, melewati gerbang ini, Insya Allah mereka akan selamat. Jadi ada unsur doa bagi siapapun peziarah yang akan masuk ke masjid maupun yang akan datang ke makam Sunan Ampel,” ujar Nanang.

Gapura kedua, disebut Gapuro Poso yang artinya adalah Gapura Puasa. Gapura ini dibangun sebagai simbol rukun Islam yang keempat, yakni melaksanakan ibadah Puasa. Pada dinding kanan kiri Gapuro Poso terdapat relief yang ditengarai gambar bunga lawang, yakni salah satu jenis rempah yang tumbuh di banyak daerah nusantara, khususnya pulau Jawa.

Sama seperti Gapuro Munggah, Gapuro Poso juga merupakan jenis gapura Paduraksa. Jika diteliti dengan seksama, pada kusen yang juga terbuat dari kayu jati terdapat pahatan angka 1883. Diduga kuat, angka tersebut merupakan tahun pemugaran kedua yang dilakukan oleh Adipati Surabaya pada masa itu sebagai wujud pemeliharaan terhadap gapura Sunan Ampel.

Gapura ketiga, disebut Gapuro Mengadep yang artinya adalah Gapura Menghadap. Gapura ini dibangun sebagai simbol rukun Islam yang ketiga, yakni membayar Zakat. Pada dinding gapura ini tergambar lebih jelas tanaman rempah bunga cengkeh berikut daun dan kelopaknya. Nanang mengatakan, gapura ketiga ini merupakan satu-satunya gapura yang istimewa.

“Satu istimewanya adalah ketika empat dari lima gapura itu menghadap ke utara dan selatan, maka ini satu-satunya yang menghadap ke barat, jadi searah dengan kiblat sama dengan masjid yang menghadap ke arah kiblat. Yang kedua inilah relief yang paling nyata, paling realistis sesuai dengan gambar atau keaslian bunga cengkeh. Ada bunganya, ada daunnya,” kata Nanang.

Gapura keempat, disebut Gapuro Ngamal yang artinya adalah Gapura Amal. Gapura ini dibangun sebagai simbol rukun Islam yang kedua, yakni Mengamalkan (melaksanakan) Ibadah Sholat. Mirip dengan gapura kedua, pada gapura keempat ini juga terdapat relief bunga lawang yang merupakan salah satu rempah-rempah dari jenis tanaman bunga.

Gapura kelima, disebut Gapuro Paneksen yang artinya adalah Gapura Kesaksian. Gapura ini dibangun sebagai simbol rukun Islam yang pertama, yakni Syahadat. Sebagaimana syarat untuk menjadi seorang muslim, seseorang harus membaca syahadat sebagai bai’at umat Islam. Sama halnya dengan gapura kedua dan keempat, pada dinding gapura terdapat relief bunga lawang. (*)

AHY Sebut Dinamika Politik Sudah Biasa
PT KAI Daop 1 Menjamin Keselamatan Masa Lebaran