Notaris Olivia Sherline Tipu Hendra Thiemailattu
Notaris Olivia Sherline Wiratno (kanan)

Notaris Olivia Sherline Tipu Hendra Thiemailattu

Potretkota.com - Notaris Olivia Sherline Wiratno diseret ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya karena terjerat perkara sertifikat palsu yang merugikan Hendra Thiemailattu sebesar Rp 38 miliar.

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis dari Kejaksaan Negeri Surabaya, terdakwa Olivia Sherline Wiratno dijerat Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dalam pesidangan, saksi Hendra Thiemailattu mengatakan adanya jual beli tanah dengan Lukman Dalton (berkas perkara terpisah) dan terdakwa Olivia Sherline selaku notaris yang membuat keterangan sertifikat untuk sebidang tanah di Jalan Gununganyar Surabaya seluas 2,9 hektar dan 4 hektar, dengan pembayaran pertama Rp 14,5 miliar dan selanjutnya pembayaran Rp 13 Miliar.

"Saat hendak dijual ternyata sertifikat tanah yang berlokasi di Gunung Anyar palsu," kata Hendra di Ruang Garuda 2 PN Surabaya, Senin (10/5/2021).

Saksi menambahkan, sudah ada perdamaian diakhir tahun 2020. Terdakwa mau mengganti kerugian sebesar Rp 18 miliar, namun cek yang diberikan blong 3 kali. "Tidak satupun cek yang diberikan terdakwa bisa dicairkan," tambah Hendra.

Menurut Hendra, tidak mengecek di Badan Pertanahan Nasional (BPN) karena selama usaha properti, percaya penuh dengan notaris. "Kita yang biasa main properti biasanya percaya sama notaris, kerena dia (terdakwa yang tanda tangan)," imbuhnya.

Diketahui, awalnya tahun 2016 saksi korban Hendra Thiemailattu ditawari sebidang tanah oleh saksi Alek Chandra. Saksi Alex mengatakan, Lukman Dalton akan menjual tanah di Gunung Anyar seluas 29.400 M2, bukti SHM atas nama Lukman.

Selanjutnya, saksi Alek kemudian mempertemukan Hendra dan Lukman di Kantor Notaris Olivia Sherline, di Jalan Pasar Kembang Surabaya.

Karena tertarik, kemudian terjadilah negosiasi. Saksi Hendra diminta terdakwa Lukman membayar Rp 14,5 miliar termasuk biaya notaris.

Lebih lanjut, pada bulan Mei 2017 saksi Hendra ditawari kembali oleh saksi Alek, terdakwa Lukman menjual tanahnya di daerah Gunung Anyar Tambak, seluas 42.000 M2, SHM, dengan harga Rp 25 miliar.

Saksi Hendra lalu membayar dengan cek Rp 5,5 miliar, dan sisanya Rp 20 miliar dibayarkan dengan asetnya juga di Gunung Anyar Surabaya. Namun, saat saksi Hendra ingin menjual asetnya yakni sebidang tanah di Gunung Anyar, calon pembeli yang mengecek lokasi, mengatakan jika gambar SHM dengan lokasi tidak cocok.

Hendra akhirnya komplain ke Lukman. Tetapi dengan tipu muslihatnya, Lukman mengatakan akan mengganti tanah di lokasi Trosobo Sidoarjo sebanyak 12 SHM, yang diakui milik Lukman. Kemudian disepakati harga Rp 49,8 Miliar. Saksi Hendra tinggal membayar Rp 34 miliar.

Atas pembelian tanah tersebut, Olivia menyampaikan kepada saksi Hendra seluruh SHM telah dibuatkan akta jual beli dan balik nama atas nama saksi Hendra.

Baru pada Maret 2019, barulah diketahui jika seluruh SHM yang diterima saksi Hendra adalah palsu. Ternyata, saksi Lukman Dalton tidak mempunyai tanah-tanah tersebut. (Tio)

PT Pelindo III Bagikan 37.000 Paket Sembako
Gerbang Exit Tol Singosari Dijaga Ketat