Ombudsman: Pengadaan Komputer Rp 52 Miliar Mestinya Dibatalkan

Diduga Maladministrasi

Ombudsman: Pengadaan Komputer Rp 52 Miliar Mestinya Dibatalkan

Potretkota.com - Pengadaan Komputer Pendidikan 5.225 unit dari Bagian Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 diduga Maladministrasi.

Menurut Achmad Khoiruddin, PLH Ombudsman Jatim, harusnya lelang bernilai Rp 52 miliar dibatalkan. "Pengadaan komputer mestinya harus dibatalkan," katanya pada Potretkota.com, Selasa (27/2/2018).

Alasan pembatalan, Ombusmen Jatim menduga ada Maladministrasi dalam proses lelang. Karena dalam Perpres No 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah disebut, apabila jumlah peserta yang memasukan dokumen penawaran untuk pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya kurang dari 3 (tiga) peserta, maka lelang dinyatakan batal atau bisa dilakukan pengumuman ulang.

"Kalaupun ada alasan mendesak, apakah pihak Pemkot Surabaya tidak ada perencanaan sebelumnya," terang Achmad dalam tanda tanya.

BACA JUGA: Lelang Komputer Rp 52 Miliar Hanya Diikuti Dua Peserta

Seperti diketahui, Pengadaan Komputer Pendidikan kode lelang 7303010 menganggaran Pagu Rp 53.770.211.000 dan Nilai HPS Rp 52.024.500.000 hanya diikuti dua peserta saja. Dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan, kode lalang ini berbeda, yakni 15285451. Rencana komputer sebanyak ini nantinya digunakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), awal April 2018.

Kasi Intelijen Kejari Surabaya I Ketut Kasna Dedi, SH.MH yang mengklaim selalu mendampingi proses lelang ini memastikan hingga kini belum menemukan pelanggaran. "Saat ini, kami lebih mengutamakan pencegahan, sehingga banyak memberikan saran untuk didiskusikan dengan tenaga ahli. Hingga saat ini, semua proses pengadaan ini sesuai prosedur dan tidak ada pelanggaran," pungkasnya.

Tidak hanya pihak korps adhyaksa, pada Potretkota.com Iptu Sukram Kanit Tipikor Polrestabes Surabaya menyebut Pengadaan Komputer Pendidikan 5.225 unit dengan dua peserta wajar saja. "Ini kan lelang cepat," dalihnya. (Tio/Hyu)

Pakar Hukum Berbagai Universitas Soroti P2SEM
Mierza Mutaqien Minta POSSI Situbondo Berinovasi