Pegawai BRI Sumenep Dijerat Perkara Korupsi
Terdakwa Novia Arvianti

Gelapkan Uang Nasabah Rp 414 Juta

Pegawai BRI Sumenep Dijerat Perkara Korupsi

Potretkota.com - Novia Arvianti binti Kustiono, pegawai kontrak PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) jadi pesakitan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Perempuan 36 tahun ini, diadili karena sudah menggelapkan uang nasabah total Rp 414.978.000.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep Adi Tyogunawan SH, MH sekaligus Jaksa Penuntut Umum (JPU) sengaja menghadirkan saksi nasabah untuk memperkuat dakwaannya. Mereka adalah, Sulawati, Zubairi, Tomo dan Ainul Yaqin.

Saksi Sulawati, Zubairi, Tomo dan Ainul Yaqin mengaku mengenal terdakwa Novia Arvianti lantaran sebagai nasabah BRI Cabang Sumenep Unit Pragaan. Masing-masing sudah setor uang puluhan juta rupiah, namun belum juga mendapatkan buku rekening.

"Saya datang ke BRI mau nabung Rp 17 juta. Ketemu terdakwa. Tapi kata terdakwa (Novia Arvianti) sistemnya error, trouble," kata Ainul Yaqin di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat (7/1/2021).

Pria kelahiran Sumenep 1986 ini juga mengungkapkan, karena sistem error ia kemudian ditawarkan agar uang yang akan ditabung Rp 17 juta dititipkan kepada terdakwa Novia Arvianti.

"Saya percaya saja karena sudah diberikan slip setoran, tanda tangan terdakwa sebagai teller dan nomer telepon. Menurut terdakwa kalau sudah tidak trouble nanti saya kabari," tambah Ainul Yaqin.

Namun, setelah ditunggu sebulan tidak ada kabar, September 2019 Ainul Yaqin kembali datang ke kantor BRI. Saat bertemu terdakwa, ia disarankan agar mengadu ke Kepala PT BRI Cabang Sumenep Unit Pragaan, Nuril Qodri Ardyana.

Mengetahui hal tersebut, saksi Ainul Yaqin kemudian menghadap Kepala PT BRI Cabang Sumenep Unit Pragaan. Dalam pertemuan tersebut, menurut Nuril Qodri Ardyana uang sudah dipakai terdakwa Novia Arvianti. "Tapi setelah itu uang Rp 17 juta diganti oleh BRI," tambahnya.

Sementara, JPU Adi Tyogunawan mengaku, sengaja menjerat terdakwa dengan pidana korupsi bukan penggelapan ataupun perbankan lantaran Novia Arvianti sudah merugikan uang negara.

"Jadi saya itu meneruskan. Awalnya kita bingung mau menerapkan perkara terdakwa Novia Arvianti apa? Karena BRI sahamnya milik negara, disini BRI terpaksa harus mengganti uang nasabah. Kalau tidak diganti, khawatir nama BRI cacat. Karena BRI rugi, unsur kerugian negara terpenuhi," jelas Adi Tyogunawan.

Mantan Kepala Kejari Ogan Ilir Sumatra Selatan ini juga menyampaikan, terdakwa Novia Arvianti melakukan kejahatan dengan dua cara. "Jadi, ada dua modusnya. Ada yang saat nasabah mau menabung dan ketika ada yang nasabah menarik uang. Terdakwa Novia Arvianti membuat dua slip, satu diberikan nasabah satu dipakai sendiri untuk mengambil uang," ungkap Adi Tyogunawan.

Akibatnya, terdakwa Novia Arvianti dijerat Pasal 2 dan 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. (Hyu)

PDAM Giri Nawa Tirta Maksimalkan Air Umbulan
Ganti Tahun 2022, Warga Tambak Gringsing Begal