Penerbit Al-Qur'an Salah Tingal di Surabaya
Dedi, salah satu pemilik Agung Media Mulia

Penerbit Al-Qur'an Salah Tingal di Surabaya

Potretkota.com - Salah cetak 3000 Al-Qur'an yang tersebar di Indonesia, penerbit Agung Media Mulia diketahui berada di daerah Ploso, Tambaksari, Surabaya. Usaha yang dirintis (alm) Slamet ini dilanjutkan oleh anaknya, Dedi.

Pada Potretkota.com, Dedi mengaku saat salah cetak Al-Qur'an dirinya tidak mengetahui hal tersebut. “Saat itu (alm) orang tua yang tau. Sekarang sudah meninggal dunia, kalau tidak percaya saya antarkan kekuburannya,” akunya, dirumahnya, Rabu (23/5/2018) malam.

Menurut Dedi, 3000 Al-Qur'an salah cetak yang sudah tersebar itu fatal. “Ini memang fatal, hal terjadi bukan faktor kesengajaan. Ini human error saja,” dalihnya.

Meski demikian, Dedi mengaku salah cetak Al-Qur'an sudah tersebar 2010 lalu dan sudah dilakukan perbaikan. “Insyaallah (sudah) ada perbaikan, memang untuk makna tafsir itu penting,” katanya sembari menunjukkan bukti ayat yang sudah diperbaiki.

Dedi, melalui Potretkota.com mengaku bersalah atas tersebarnya 3000 Al-Qur'an diseluruh Indonesia. "Apabila ada umat Islam prostes, kami meminta maaf secara terbuka," pungkasnya.

Saat ini, Dedi belum bisa memastikan jika 3000 Al-Qur'an yang sudah tersebar ditarik kembali. Ia hanya memastikan, cetakan revisi akan dikirim ke Departemen Agama secapatnya. "Besok akan saya kirim ke pusat," ujarnya.

Salah cetak baru-baru ini diketahui salah satu warga Sarolangun, Jambi. Saat itu warga baru membeli Al-Qur'an Rp 83.000 ditoko buku, ia mendapati kekurangan tulisan dalam Juz 30, surat An-Nas. Yang seharusnya dalam ayat (5 dan 6) ditulis lengkap (5) Alladzii yuwaswisu fii shuduuri nnaas (6) Minal jinnati wannaas, hanya tertulis dan berhenti pada kalimat Yuwaswisuffi. (Tio)

Risma Upayakan Pemulihan Perekonomian Surabaya
27 Tahun Jual Mie Bekas, Halim Divonis Percobaan