Peternak Sapi Cemas PMK Berdampak Harga Jual
Kondisi sapi terkena PMK di salah satu peternakan Gresik.

Kebijakan di Sejumlah Daerah Cegah Penyebaran PMK pada Hewan Ternak

Peternak Sapi Cemas PMK Berdampak Harga Jual

Potretkota.com – Kendati beberapa hari lalu Menteri Kesehatan Syahrul Yasin Limpo memastikan bahwa Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing dan babi secara klinis tidak berbahaya bagi manusia, namun wabah tersebut menimbulkan keresahan bagi para peternak, terutama peternak sapi.

Kekhawatiran itu sebagaimana yang dirasakan oleh Bagus, salah seorang peternak sapi di Kampung Penawar Jaya. Bagus mengatakan, dengan adanya penyebaran wabah PMK, ia khawatir akan berdampak pada harga jual sapi. Bagus mengaku cemas dengan wabah PMK karena saat ini dirinya dan peternak sapi lainnya sedang mempersiapkan sapi untuk hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha nanti.

"Kami khawatir wabah PMK berdampak pada harga jual sapi, bagaimana gak khawatir kan gak lama Hari Raya Qurban, biasanya di Hari Raya Qurban kami panen hasil ternak kami," kata Bagus, Kamis (12/05/2022).

Terbaru, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung mencatat tiga ekor sapi di Lampung diduga terjangkit PMK. Akan tetapi untuk memastikannya, Dinas Kesehatan masih menunggu hasil uji laboratorium. Kepala Disnakeswan Lampung, Lili Mawarti mengatakan, saat ini sudah ada suspect di Tulang Bawang Barat 3 ekor sapi, Jumat (13/05/2022).

Berita terkait: Kepastian Mentan Nihil, 150 Ekor Sapi di NTB Kena PMK

Dengan adanya temuan ini, Lili melalukan berbagai langkah yang salah satunya membuat Surat Edaran Dinas Peternakan dan Keswan Lampung tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap PMK kepada Dinas Kabupaten/ Kota yang membidangi fungsi Peternakan dan Keswan se Provinsi, PDHI, ISPI Paravetindo, Gapuspindo serta HPDKI wilayah Lampung.

"Selanjutnya mengoptimalkan fungsi kelembagaan peternakan dan Keswan (Kesehatan Hewan) yang ada di Dinas Provinsi, Kabupaten, Poskeswan maupun instansi vertikal terkait seperti Balai Karantina dan Balai Veteriner serta pos pemeriksaan hewan di perbatasan check point," kata Lili.

Langkah yang sama juga dilakukan oleh sejumlah wilayah lain, seperti Bojonegero, Jawa Timur. Untuk mngantisipasi mewabahnya PMK pada hewan ternak, Polres Bojonegoro menggelar rapat koordinasi bersama stakeholder maupun instansi terkait dalam rangka pengawasan, pencegahan dan penanganan penyebaran wabah PMK di Kabupaten Bojonegoro, Kamis (12/05/2022).

Wakapolres Bojonegoro, Kompol Muh Wahyudi Latif mengatakan, rakor tersebut guna menyikapi ditemukannya wabah PMK di Kabupaten lain, Polres Bojonegoro bersama instansi terkait akan bersama-sama melakukan pengawasan, pencegahan dan penanganan wabah PMK pada hewan ternak. Menurut Latif, hasil rapat menyatakan semua sepakat untuk mengambil tindakan.

"Dalam rakor ini kita sepakati bersama untuk melakukan pengawasan dan penanganan serta pencegahan sebaran virus PMK di wilayah Bojonegoro," ucapnya.

Selain Dinas Kesehatan Lampung dan Polres Bojonegoro, kebijakan dalam upaya pencegahan penyebaran PMK di wilayahnya juga dibuat oleh Polres Lombok Tengah. Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono, menyatakan pihaknya siap mendampingi Dinas Pertanian bidang Peternakan untuk melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap dua pasar hewan dan 26 rumah potong hewan di Lombok Tengah.

"Kami akan terus berkoordinasi dan kerjasama dengan Dinas Pertanian Bidang Peternakan untuk membantu penanganan penyebaran penyakit tersebut di Kabupaten Lombok Tengah," kata Kapolres, di Praya, Kamis (12/05/2022).

Semantara itu, Bupati Gresik, Jawa Timur Fandi Akhmad Yani, melakukan koordinasi dengan seluruh OPD dan Camat termasuk juga Kepala Desa untuk melakukan pendataan yang valid dan terukur, seberapa banyak jumlah ternak yang sakit dan yang sehat. Fandi menyatakan pihaknya mengandeng Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga untuk menangani wabah PMK di wilayahnya.

"Kami juga akan melakukan kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga untuk bisa mendampingi beberapa dokter hewan yang ditugaskan di Kabupaten Gresik untuk mengecek kondisi sapi yang sedang sakit. Kami tadi melihat beberapa ekor yang sudah disuntikkan vitamin, dan menunjukkan potensi kesembuhan," ujar Fandi, Rabu (11/05/2022). (Roy, Ror, MA, Fred)

Kejari Surabaya Tangkap DPO Terpidana Pedofil
Dalam Kurun 4 Tahun 500 Kasus Rabies 16 Meninggal