Pj Banten Target Penurunan Angka Stunting dan Gizi Buruk
Pj Gubernur Banten, Al Muktabar.

Pemprov Siapkan Strategi Komprehensif

Pj Banten Target Penurunan Angka Stunting dan Gizi Buruk

Potretkota.com - Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar membahas strategi penanganan stunting dan gizi buruk di Provinsi Banten dalam Rapat Kerja dengan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Banten di Ruang Rapat Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Jumat (13/5). Penanganan stunting dan gizi buruk menjadi salah satu prioritas Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.

"Yang menjadi agenda kita bersama, tentu di samping hal yang sudah tersusun dalam APBD Provinsi Banten 2022, kita lakukan langkah-langkah semakin terarah kepada capaian visi misi Presiden dan Wakil Presiden," kata Al-Muktabar, Jum'at (13/5/2022).

"Insya Allah hari Sabtu besok (14/5) kita ingin melihat lebih rinci database angka riil keseluruhannya berapa by name by address. Sebab, berdasarkan pantauan di lapangan dari angka yang ada itu ada beberapa yang kurang tepat," sambungnya.

Al-Muktabar menjelaskan, setelah database itu ada, pihaknya akan mengambil langkah-langkah penanganan dan pencegahan, agar tidak ada anak-anak yang bermasalah terhadap tumbuh kembangnya.

Dalam rapat tersebut, Ia mengaku sudah diformulasikan agenda melalui pendekatan yang secara spesifik seperti melakukan berbagai instrumen kewenangan baik di tingkat Provinsi maupun kabupaten dan kota.

"Beberapa instrumen yang melibatkan kabupaten dan kota nanti harus ada kesepakatan, misalnya terkait dengan pengalokasian Bantuan Keuangan untuk penanganan kedua masalah di atas," jelasnya.

Hal lain, dari database yang ada itu, Pemprov Banten akan mengoptimalkan seluruh SDM di seluruh OPD yang ada untuk fokus melakukan penanganan dengan melakukan pembinaan.

"Ketika itu sudah dilakukan, kita akan meningkat pada level ketiga, memberikan konektivitas terhadap pembiayaan usaha mereka, bisa lewat KUR atau yang lainnya. Sehingga dari penyelesaian yang kita lakukan komprehensif, berkelanjutan dan kita berharap upaya ini akan maksimal," ungkapnya.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021 Provinsi Banten menempati posisi kelima terbanyak balita stunting setelah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sumatera Utara.

Banten merupakan salah satu dari 12 provinsi prioritas yang memiliki prevalensi stunting tertinggi di tanah air tahun ini. Berdasarkan data, Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Lebak berada pada kategori zona stunting kuning dengan prevalensi 20 hingga 30 persen.

Untuk Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang masuk pada kategori zona stunting hijau dengan prevalensi 10 sampai 20 persen. Sedangkan Kabupaten Pandeglang masuk kategori zona merah stunting karena prevalensinya 37,8 persen atau jumlah stunting terbanyak se-Banten.

"Untuk itu, sebagaimana arahan dari bapak Presiden, target penurunan angka stunting itu sebesar 14 persen. Syukur kalau kita bisa lebih baik dari itu," tutupnya. (Ibnu)

Angka Baru Hepatitis Akut DKI dan Sorotan KPAI
Polisi Gerebek Rumah Pengekspor Migor Ilegal