PN Surabaya Mulai Praktik Sidang Cepat Narkoba

PN Surabaya Mulai Praktik Sidang Cepat Narkoba

Potretkota.com - Sidang cepat yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana, bukan hanya berlaku terhadap perkara kejahatan atau pelanggaran yang diancam hukuman 3 bulan penjara. Saat ini hakim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, sudah menerapkan sidang cepat untuk pelaku narkoba yang ancaman hukumannya minimal 4 tahun penjara.

Hal tersebut disampaikan oleh Hakim Dwi Purwadi, di PN Surabaya, Selasa (9/4/2019) kemarin. “Saya berkerja berdasarkan surat edaran dari Kejaksaan Agung Nomer B-029/A/EJP/03/2019. Kami hanya menerima, untuk perkara biasa, pekara singkat, semua itu kewenangan dari Kejaksaan,” katanya kepada Potretkota.com, usai putusan sidang cepat narkoba dengan terdakwa Diki Amal Sholeh.

BACA JUGA: Hakim Dwi Purwadi Sebut Sidang ‘Patas’ Narkoba Sesuai Aturan

Dalam surat edaran No B-029/A/EJP/03/2019, yang beredar tanggal 14 maret 2019, tentang Pelimpahan Perkara Tindak Pidana Narkotika dan Penyalahgunaan Narkotika dengan Acara Pemeriksaan Singkat (APS).

Untuk perkara yang menurut Penuntut Umum sifatnya sederhana, mudah pembuktian dan mudah penerapan hukumnya (vide Pasal 203 ayat (1) KUHAP), antara lain, tertangkap tangan, tersangka mengakui perbuatannya, ditemukan barang bukti narkotika yang dikuasai atau dimiliki atau dipakai oleh tersangka dan adanya berita acara hasil uji laboratorium yang menyatakan barang bukti tersebut positif mengandung narkotika.

Sedangkan, perkara pidana narkotika yang tidak dapat dilimpahkan dengan Acara Pemeriksaan Singkat (APS), yakni perkara menarik perhatian masyarakat, pelakunya merupakan public figure, tokoh masyarakat, atau pejabat publik, pelakunya Warga Negara Asing (WNA) dan pelakunya merupakan bagian dari jaringan nasional atau intemasional sindikat peredaran narkotika secara ilegal dan jumlah barang bukti besar.

Terhadap perkara penyalahgunaan narkotika yang disangkakan dengan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika juga dapat dilimpahkan dengan Acara Pemeriksaan Singkat (APS) dalam hal barang bukti yang ditemukan dari pelakunya saat tertangkap tangan maksimal sebatas hanya untuk kebutuhan pemakaian 1 (satu) hari dengan perincian sebagai berikut, sabu-sabu 1 gram, ekstasi 2,4 gram atau 8 butir, heroin 1,8 gram, kokain 1,8 gram, ganja 5 gram, daun koka 5 gram, meskalin 5 gram, kelompok psilosybin 3 gram, LSD (d-lysergic acid diethylamide) 2 gram dan kelompok PCP (phencyclidine) 3 gram. (Tio)

Penyabu Joyoboyo Dihukum 2 Tahun, JPU Banding
Ricuh! Ahmad Dhani Diseret Paksa Oknum Kejaksaan