PNM Mekaar Tambaksari Jadi Buah Bibir Nasabah

Menyoal Bantuan Pemerintah

PNM Mekaar Tambaksari Jadi Buah Bibir Nasabah

Potretkota.com - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) Cabang Tambaksari Surabaya yang berkantor di Jalan Kanser Surabaya, menjadi buah bibir. Alasannya, kinerja pegawai perusahaan plat merah ini banyak dikeluhkan dari anggotanya terkait bantuan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).

Suwati (45) warga Lebo Agung Surabaya mengatakan, pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah senilai Rp 2,4 juta yang masuk ke rekening Bank BNI pada bulan Oktober 2020 lalu hingga saat ini belum bisa dicairkan.

"Saat itu Bu Tri menyuruh tanda tangan dan bilangannya akan cair. Tapi nyatanya hingga saat ini belum cair. Padahal saya sudah beberapa kali menandatangani beberapa dokemen. Dari pegawai Mekaar datanya masih dicek dulu dan nanti dihubungi oleh Bu Mayang selaku Kepala Cabang disini," kata Suwati agar terus bersabar menunggu cairan bantuan.

Senada disampaikan Mujiati, saat itu infonya akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Rp 2.4 juta. Saat di cek dari handpone, memang muncul namanya, tapi hingga saat ini juga belum mendapatkan bantuan tersebut. "Saya sudah menyerahkan fotokopi KTP dan tanda tangan ke Pengurus, tapi engga ada kejelasannya," bebernya.

Hal yang sama diungkap Emi, yang menyinggung bantuan Pemerintah sebesar Rp 1,2 juta namun hanya bisa diambil Rp 1 juta saja. Ia saat ini tidak dapat berbuat apa-apa hanya pasrah dengan Mekaar. "Trus itu bagaimana ya?" ungkapnya bertanya-tanya.

Sementara, Kepala Cabang Mekaar Tambaksari Surabaya Mayang saat dikonfirmasi memilih tidak berkomentar. "Sebentar nanti tanyakan kepada atasan dulu," singkatnya, Rabu (21/4/2021) kemarin.

Untuk diketahui, bahwa PNM Mekaar Tambaksari merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa keuangan. Selama ini, tugas khususnya memberdayakan dan memberikan bantuan kepada masyarakat. Bantuan dapat berupa skema pinjaman. Berdasarkan informasi, pinjaman diberikan untuk pelaku usaha Ultra Mikro. Nasabah dapat mengangsur pinjaman selama 50 kali sebesar Rp 50 ribu perminggu dan tidak boleh telat. (Tio)

Razia 55 Pelanggar Prokes di Kelurahan Ampel
Guru SMP di Malang Buat Senpi Rakitan