PT CPI dan PT RJA Digugat Rp 3,4 Miliar
Abror kuasa hukum pihak penggugat

PT CPI dan PT RJA Digugat Rp 3,4 Miliar

Potretkota.com - Agus Leonardo Fortunius dan Bambang Sugianto menggugat secara perdata PT Citinine Property Indonesia (CPI) dan PT Rajawali Jaya Agung (RJA). Gugatan wanprestasi teregistrasi di Pengadilan Negeri Surabaya, dengan nomor perkara 178/Pdt.G/2021/PN Sby.

Dalam keterangan yang dihimpun oleh media, permasalahan ini berawal dari perjanjian kerjasama operasi untuk pengembangan Harbour Nine, antara PT RJA diwakili oleh Kaleb Prayudi Antonius sebagai Direktur Utama dengan PT Tanzil Sukses Jaya Utama (TSJU) diwakili oleh Tedjadinata Tanzil dan Sianingsih A. Tanzil selaku pemilik tanah dan IMB yang berlokasi di Jalan Gresik, Perak Barat, Surabaya.

Dari dasar perjanjian KSO ini, kemudian Kaleb Prayudi Antonius membuat Surat Perjanjian Kerja (SPK) dengan pihak kontraktor untuk membangun tahap awal kompleks ruko Harbour Nine pada tahun 2018, yang ternyata ditemukan bukti bahwa SPK tersebut dibuat sebelum status tanah berubah dari surat ijo Pemkot Surabaya menjadi HGB diatas HPL pada tanggal 31 Agustus 2020. Sedangkan, IMB baru terbit pada tanggal 23 Oktober 2020.

Kepada wartawan, Abror kuasa Hukum pihak penggugat Agus Leonardo Fortunius dan Bambang Sugianto menyampaikan, bahwa sesuai dengan perjanjian, kliennya sudah melakukan pembangunan sesuai dengan kewajibannya. "Bahkan pekerjaan sudah empat belas persen melebihi termin yang seharusnya," katanya.

Masih dalam keterangan Abror, dengan tidak dibayarnya kewajiban atas pengerjaan proyek ini, kliennya harus menanggung kerugian hingga 3,4 miliar. Pasalnya, dalam menjalankan pekerjaan proyek, kliennya memanfaatkan akses permodalan dari pihak ke tiga seperti Bank. Sehingga bukan saja tidak mendapatkan pengahasilan, namun juga harus membayar bunga pinjaman. "Kami berharap pengadilan dapat menerima gugatan dan mengabulkan gugatan wanprestasi ini," tambahnya.

Atas gugatan yang diajukan, pihak tergugat PT CPI dan PT RJA belum dapat dikonfirmasi. (Tio)

Bos Sarung Akui Terdakwa Sudah Bayar Miliaran Rupiah
BNPP Tinjau Pembangunan PLBN di Distrik Waris