Ratusan Massa Minta Bupati Copot OPD Main Pokir

Ratusan Massa Minta Bupati Copot OPD Main Pokir

Potretkota.com - Ratusan massa dalam koalisi Masyarakat Antikorupsi Anggaran Rakyat (Makar) melakukan aksi demo di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil dan di Komplek Perkantoran Raci Pemkab Pasuruan, Selasa (26/10/2021).

Dalam aksinya, mereka mendesak Kejaksaan untuk memproses hukum para pelaku pejabat yang diduga bermain proyek penunjukan langsung pokok pikiran (Pokir) dari DPRD Kabupaten Pasuruan. Selain itu meminta Bupati Pasuruan untuk mencopot OPD yang terlibat dalam konspirasi pemufakatan jahat dengan rekanan dan DPRD. Karena hal ini berpotensi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Tidak banya itu, Makar juga meminta kepada para pejabat untuk melaksanakan fungsinya dan kewenangan sebagaimana mestinya tanpa harus melakukan penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan (abuse of power) yang berakibat terjadinya KKN yang masive dan terstruktur.

Juru bicara Makar Lujeng Sudarto menyatakan, penunjukan rekanan dilakukan secara pemaksaan oleh para pejabat berpotensi terjadinya penyimpangan. Penunjukan rekanan ini berkaitan dengan komitmen fee antara pejabat dengan rekanan. "Untuk itu kita meminta para pejabat yang melakukan penyimpangan untuk diperiksa penyidik Kejari Kabupaten Pasuruan. Kami juga meminta agar penunjukan rekanan mempertimbangkan azas keadilan dan tidak dimonopoli rekanan rekomendasi anggota dewan," jelasnya.

Sementara Sekretaris Kabupaten Pasuruan, Anang Syaiful Wijaya menjelaskan bahwasanya penyunsunan program pembangunan sudah melalui mekanisme Musrenbang, antara Forum OPD dan Pokir dari anggota DPRD. Namun dalam pelaksanaannya, penunjukan proyek PL dari Pokir tidak boleh atas rekomendasi anggota DPRD Kabupaten Pasuruan. "Yang tidak di benarkan itu anggota DPRD menunjuk rekanan untuk melaksanakan pekerjaan. Ini menjadi evaluasi dalam pelaksanaan pembangunan yang akan datang," pungkasnya. (Mat)

Tersangka Pinjol Dibayar Rp 4,2 Juta Perbulan
Bagus Prasetyo Tusuk Penyidik di Polda Jatim