Rutan Medaeng Akui Salah Input Tahanan Narkoba

Rutan Medaeng Akui Salah Input Tahanan Narkoba

Potretkota.com - Setelah perkara Abdul Rahem, Klebun (sebutan Kepala Desa di Madura) Campor, Bangkalan, jadi sorotan publik karena hilang dari sel tahanan negara, tiba-tiba Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Klas IA Medaeng Surabaya Ahmad Nuri Dhuka menyebut salah input data.

"Ada kesalahan input nama yang dilakukan staf saya sehingga nama Abdul Rahem tidak muncul," jelas Ahmad Nuri Dhuka, kepada Potretkota.com, Jumaat (3/5/2019) dini hari.

Menurut Ahmad Nuri Dhuka, terdakwa Abdul Rahem ditahan di Rutan Klas IA Medaeng Surabaya sejak tanggal 2 April 2019. "Baru setelah melihat petikan putusan ternyata nama Abd. Rahem ada," bebernya.

Sebelumnya, Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Klas IA Medaeng menyebut, terdakwa kelahiran Bangkalan 1958 yang ditangkap polisi tanggal 16 Maret 2019 belum pernah ditahan. "Belum dikirim ke Medaeng,” aku Ahmad Nuri Dhuka singkat.

BERITA TERKAIT: Soal Klebun Campor, JPU Suparlan: Jangan Ngawur

Dalam petikan putusan No 8/Pid.S/2019/PN Sby dijelaskan, Abdul Rahem divonis hari Senin tanggal 15 April 2019. Dalam sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan Hadiyanto menuntut 1 tahun 6 bulan, sedangkan Hakim tunggal Dwi Purwadi menjatuhkan hukuman pidana 1 tahun penjara dan rehabilitasi disalah satu yayasan swasta di Surabaya.

Atas tuntutan dan putusan tersebut, terdakwa dinilai terbukti melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf A UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Untuk diketahui, Abdul Rahem ditangkap polisi bersama beberapa perempuan hiburan malam disalah satu ruang karaoke di Surabaya. Saat penangkan, polisi menemukan barang bukti 1,5 butir ekstasi. (Tio/foto: Andik)

20 RS di Surabaya Tidak Akreditasi BPJS Kesehatan
TKBM Ricuh, Pelabuhan Tanjung Perak Lumpuh