Saham Pemkot Surabaya ke PT Yekape Cuma Rp 1 Juta

Saham Pemkot Surabaya ke PT Yekape Cuma Rp 1 Juta

Potretkota.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melalui Komisi A melakukan Hearing terkait aset Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya dan PT Yekape Surabaya. Dalam rapat tersebut, dihadiri beberapa organisasi masyarakat, Senin (12/4/2021).

LMS Masyarakat Peduli Kesejahteraan Keadilan dan Transparansi (Mapekkat), diwakili Setiyo Winarto menyebut, YKP Kota Surabaya diduga kuat bukan lagi milik Pemkot Surabaya, usai direbut Kejaksaan.

"Saya punya buktinya kalau YKP bukan dalam penguasaan Pemkot Surabaya. Itu tertuang dari putusan Sidang KIP (Komisi Informasi Publik)," jelas Winarto sapaan akrab Setiyo Winarto.

Karena itu pihaknya protes ke DPRD Kota Surabaya soal aset YKP yang dianggap bukan lagi dalam penguasaan Pemkot Surabaya. "Kami berharap YKP ini kembali menjadi milik Pemerintah yang nantinya membangun perumahan untuk masyakarat Surabaya yang belum memiliki rumah," jelasnya.

Senada, Sri Rahayu dari Gerakan Putra Daerah (GPD) juga protes soal Yayasan yang diduga dijual belikan, termasuk Fasilitas Umum (Fasum) diwilayah Rungkut Surabaya. "YKP itu merupakan Yayasan bersifat kemanusiaan, kok dijualbelikan. Harusnya perumahan YKP itu diberikan masyarakat secara cuma-cuma atau hibah," celetuknya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Pertiwi Ayu Krishna tidak banyak berkomentar, pihaknya meminta agar pihak YKP dan PT Yekape menjawab langsung persoalan yang ada.

Pada kesempatan yang ada, Ketua Pengurus YKP Kota Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu yang juga Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Pemkot Surabaya membantahnya. "Selama kepengurusan kami, tidak pernah menjual aset YKP dan YKP sudah tidak lagi melakukan pengembangan ataupun menjual perumahan, itu semua PT Yekape yang melakukan," bantahnya.

Maria Theresia Ekawati Rahayu juga meyebut, saham Pemkot Surabaya hanya 1 lembar, selebihnya milik YKP Kota Surabaya. Seperti yang tertuang dalam ADART PT Yekape Surabaya, modal (saham) didapat dari Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya Rp 127.128.000.000 (127.128 lembar) dan Pemkot Surabaya hanya Rp 1 juta (1 lembar), terdata September 2019.

"1 lembar saham Rp 1 juta, didapat dari Sartono (pengurus lama YKP Kota Surabaya) setelah ada mediasi (dari Kejaksaan)," jelas Maria Theresia Ekawati Rahayu, bahwa Kejati Jatim saat itu hanya melakukan penyerahan pengurus lama YKP ke pengurus baru.

Sementara, Direktur PT Yekape Surabaya Hermien Roosita memaparkan tepatnya pada 21 Agustus 2019, Kejati Jatim meminta agar perusahaan yang dapat modal dari YKP dan Pemkot Surabaya, diaudit. "Kami masih mengaudit berapa rumah yang terjual, berapa rumah yang belum terjual dan lahan mana yang bisa dilakukan pengembangan," paparnya. (Tio)

Gus Mujib Lantik Ketua Ranting Pramuka
Waduh! Audit YKP dan PT Yekape Belum Selesai