Saksi Camat Ungkap Fee Hasan Aminuddin

Saksi Camat Ungkap Fee Hasan Aminuddin

Potretkota.com - Camat Krejengan, Doddy Kurniawan, Camat Pajarakan Rachmat Hidayanto, Camat Kraksaan, Ponirin, Camat Besuk Puja Kurniawan, dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arif Suhermanto sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Dalam keterangan saksi menyebut, telah menyiapkan uang Rp 240 juta untuk diberikan kepada anggota DPR Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si tak lain suami Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, yang menjabat periode Februari 2013 - Agustus 2021.

"Uang Rp 240 juta diberikan kepada Hasan melalui ajudannya," kata Doddy Kurniawan, Selasa (21/12/2021), alasannya (suap) berdasar meniru kebiasaan Camat sebelumnya yang memberikan kompensasi jika ada usulan Kepala Desa setempat.

Doddy menyebut, usulan jabatan Kepala Desa sudah sesuai karena calon Kepala Desa punya pengalaman. "Saya usulkan karena calon Kepala Desa punya pengalaman menjadi sekretaris desa. Kalau ada usulan pasti ada uang," tambahnya.

Menurutnya, Uang tidak diberikan dulu, karena belum dapat ACC dari Hasan. "Kalau sudah di ACC uang akan saya berikan," tambah Doddy, sebelum uang diserahkan tertangkap KPK terlebih dahulu.

Sementara, Camat Kraksaan Ponirin mengaku, beberapa kali bertemu dengan anggota DPR dari Partai Nasdem Hasan Aminuddin. Menurutnya, saat pertemuan membahas kekosongan calon Kepala Desa. Camat mengusulkan pejabat desa dari Aparatur Sipil Negara (ASN). "Total ada 24 Camat, yang hadir 23," akunya.

Dalam pertemuan, jika ada Calon nanti sudah menjabat, diungkap Ponirin, Hasan meminta sukses fee dari sewa lahan tanah Bengkok yang disewa masyarakat. "Perhektar Rp 4 juta," ungkapnya.

Untuk diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Hasan Aminuddin dan istrinya Puput Tantriana Sari perkara dugaan jual beli jabatan di Kabupaten Probolinggo.

Dalam kasus ini, menyeret nama penyuap calon 12 Pj Kepala Desa, diantaranya Ali Wafa, Mawardi, Mashudi, Maliha, Mohammad Bambang, Masruhen, Abdul Wafi, Kho Im, Akhmad Saifullah, Jaelani, Uhar dan Nurul Hadi, Nurul Huda, Hasan, Sahir, Sugito, Samsudin.

KPK juga menahan Kepala Desa Karangren Sumarto, Camat Banyuayar Imam Syafi’i, Camat Paiton Muhamad Ridwan. Ketiganya, disebut-sebut sudah dilantik Bupati Probolinggo atas rekomendasi Hasan Aminuddin.

Saat itu, KPK berhasil menyita uang Rp 362,5 juta saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang diduga merupakan rencana suap dari para calon kepala desa untuk Hasan dan Puput. KPK kemudian menjerat keduanya Hasan dan Puput sebagai tersangka dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang. (Hyu)

Jasamarga Gempol Pasuruan Siagakan 114 Personil
Arus Penumpang Tanjung Perak Diprediksi Naik