Saksi PTSL Lumajang Tidak Pernah Diminta Uang
Saksi PTSL Lumajang

Saksi PTSL Lumajang Tidak Pernah Diminta Uang

Potretkota.com - Yani, Ulum, Saudi, Rais, saksi yang dihadirkan pengacara mengaku, tidak pernah memberikan uang kepada Kepala Desa Barat, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Supar dan sekretarisnya, Sugito, terdakwa korupsi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Hal itu disampaikan saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Selasa (15/11/2022). “Saya tidak pernah dimintai uang. Sertifkat jadi juga tidak ada paksaan pemberian uang,” jelas masing-masing saksi bergantian.

Usai sidang, Rahmad Sahlan Sugiarto SH pengacara Sugito bingung jika dakwaan Sugito saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) kedapatan membawa uang Rp 64 juta. “Di tas saat OTT, Sugito hanya bawa uang Rp 2,8, juta. Sisanya uang dari mana,” ujarnya kebingungan.

Sementara, Broto Suwiryo SH, pengacara Supar mengaku, perkara PTSL ini menurtnya hanya kesalapahaman saja. “Ini kan sudah dibuatkan Peraturan Desa (Perdes). Waktu mau pengesahan Terdakwa Supar sakit stroke, jadi belum bisa disahkan di BPD atau Biro Hukum Pemkab Lumajang. Sebelum disahkan, Perdes sudah digunakan, sudah ada tarikan,” imbuhnya, kliennya hanya dapat uang sekitar Rp 5 juta saja sebagai biaya berobat.

Untuk diketahui, dalam jumpa pers dijelaskan, sekitar tahun 2019 lalu, warga dan aparatur desa sepakat pengurus PTSL membutuhkan biaya Rp 360 ribu. Namum, dalam aturan baru, setiap warga yang mengambil 1 berkas PTSL diharuskan membayar uang Rp 500 ribu.

Akibat perbuatanya, kedua terdakwa dijerat Pasal 12 Huruf E Undang-Undang Republik Indonesia No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHP. (Hyu)

Diputus 8 Tahun, Agung Astanto Soelaiman Banding
Kyai Muda Nganjuk Doa Bersama dan Deklarasi Dukung Ganjar di 2024