Sengketa Penggunaan Badan Jalan KHM Mansyur
Warung Hidayah milik Maswar, PKL KHM Mansyur yang sudah berjualan sejak tahun 1965.

Ditawari Preman Uang Rp10 Juta Supaya Pergi dari Depan Apotek Kimia Farma

Sengketa Penggunaan Badan Jalan KHM Mansyur

Potretkota.comDi tengah gencarnya pemerintah dalam berupaya membangkitkan ekonomi rakyat, sikap yang seakan berat sebelah masih saja terjadi di lapisan bawah. Perlakuan tersebut sebagaimana yang dialami Maswar (59), seorang pria lanjut usia pedagang soto daging di depan sebuah Ruko (Rumah Toko) bernomor 77 di kawasan Jalan K.H. Mas Mansyur, Surabaya.

Usaha dagang yang menyajikan makanan khas Madura yang sudah digelutinya puluhan tahun itu, kini di ambang ketidakpastian. Pasalnya, penyewa Ruko yang hendak menggunakannya sebagai apotek tersebut, bersikap arogan dan terkesan memperalat perangkat pemerintah di tingkat Kelurahan dan Kecamatan untuk mengusir soto daging milik Maswar dari Jl. KHM Mansyur.

Maswar dan keluarganya kini terpaksa harus mengalami kebimbangan yang cukup mengkhawatirkan, terlebih sempat ada sikap intimidatif dari salah satu oknum Kelurahan Nyamplungan. Awalnya, pada pertengahan September 2022, tiga orang preman yang tidak dikenal tiba-tiba mendatangi rumah Maswar di kawasan Kapasan, Surabaya, dan menawarkan uang senilai Rp10 juta.

Asia, anak perempuan Maswar yang setiap harinya ikut membantu berjualan soto daging mengatakan, uang Rp10 juta itu akan diberikan jika Maswar dan anak-anaknya menyingkir dan tidak berjualan lagi di depan Ruko 77 Jl. KHM Mansyur. Namun demikian, Maswar dan keluarganya menolak tawaran uang Rp10 juta tersebut karena masih ingin tetap berjualan.

“Tawaran itu kami tolak, karena kami sudah puluhan tahun berjualan di Jl. KHM Mansyur. Usaha ini sudah kami jalani sejak tahun 65, sejak kakek kami, kami sudah berjualan soto daging di tempat yang sama (Jl. KHM Mansyur depan Ruko nomor 77) sampai sekarang,” ujar Asia, kepada Potretkota.com.

Setelah tawaran itu ditolak, rupanya preman utusan bakal apotek KHM Mansyur 77 tidak patah arang. Mereka kembali mendatangi rumah Maswar, yakni pada akhir September 2022 lalu. Namun kedatangannya kali ini hanya dua orang saja, dengan misi yang masih sama. Yakni, menawarkan uang Rp10 juta agar Maswar tidak berjualan di depan Ruko 77 Jl. KHM Mansyur.

Sikap yang masih sama pun juga ditunjukkan oleh keluarga Maswar, mereka menolak tawaran yang diberikan kedua preman tersebut. Mungkin karena dirasa misi yang dilakukan para preman itu gagal, awal Oktober 2022 pihak apotek kembali mengutus orang lain. Tidak tanggung-tanggung, kali ini yang diutus adalah seorang oknum polisi berinisial E dengan misi yang sama seperti preman sebelumnya.

Namun lagi-lagi misi oknum polisi E gagal karena Maswar bersikukuh menolak tawaran yang diberikan. Naki, suami Asia mengungkapkan, penolakan yang dilakukan bukan tanpa alasan. Selain baru bangkit dari masa sulit akibat hantaman pandemi Covid19 selama 3 tahun terakhir, Maswar juga masih harus menanggung banyak kebutuhan anak-anaknya.

“Akhirnya, pada Senin, 10 Oktober 2022, saya bersama saudara yang lain datang ke Kelurahan Nyamplungan untuk minta mediasi dengan pengelola apotek Kimia Farma di Ruko 77 Jl. KHM Mansyur tempat kami berjualan,” tukas Naki. (ASB)

ODGJ asal Pasuruan Jadi Tersangka Pembunuhan
Lurah Nyamplungan dan Manajemen Apotek tak Usir PKL Warung Hidayah