Sidang Korupsi Rudhy Dwi Chrysnaputra Rp 75 Miliar
Terdakwa Rudhy Dwi Chrysnaputra

Jaminan Hanya Bank Garansi

Sidang Korupsi Rudhy Dwi Chrysnaputra Rp 75 Miliar

Potretkota.com - Rudhy Dwi Chrysnaputra, diseret ke Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikr) Surabaya, karena merugikan Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah sebesar lebih dari Rp75 miliar, Kamis (12/5/2022).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim) Sugimin SH mengaku, modus terdakwa agar dapat mencairkan uang bank puluhan miliar yaitu membuat dan membuka cabang Koperasi mulai Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Kalimantan Selatan.

“Ada yang koperasi baru dibuat, ada yang fakum kemudian diaktifkan lagi,” kata Sugimin kepada Potretkota.com.

Setelah 31 koperasi aktif, terdakwa Rudhy Dwi Chrysnaputra mengajukan utang ke BNI Syariah. Pinjaman tersebut dilakukan sejak tahun 2013 hingga 2017 total Rp 150 miliar. “Uang koperasi ini alasannya untuk umat. Dimaksud umat yaitu kepentingan orang banyak. Mulai dari pondok, teman haji, teman sekolah dan sebaginya,” tambah Sugimin.

Jaminan bank, menurut Sugimin hanya kepercayaan saja (bank garansi) dan notaris. “Ada tanah dan bangunan, tapi sekitar Rp 20 miliar,” ujarnya.

Warga Pondok Bestari Indah Kelurahan Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang ini menjadi pengurus di Kantor Pusat Koperasi Syariah Aliansi Lembaga Keuangan Mikro Islam Jawa Timur (Puskopsyah Al Kamil Jatim) juga memalsukan tanda tangan anggotanya. Seperti yang disampaikan saksi Irwan Sa’ban, Ketua Puskopsyah Al Kamil Jatim.

“Saya pernah ingatkan kalau yang dilakukan Pak Rudhy itu salah, tapi katanya untuk kesejahteraan umat. Jadi saya engga bisa apa-apa,” terang saksi Irwan diamini Bendahara Puskopsyah Al Kamil Jatim Kristien Ningtyas. (Hyu)

Tiket Masuk Wisata Kenpark Diduga Lolos Pajak
Eri: Pejabat Tak Memenuhi Target Silahkan Mundur