Wakil Rakyat Minta Warga Pendemo Rangkul PT KAI
Rapat soal Musholla Babussalam di DPRD Kota Surabaya.

Soal Musholla Babussalam Dibongkar

Wakil Rakyat Minta Warga Pendemo Rangkul PT KAI

Potretkota.com - Rapat lanjutan soal Musholla Babussalam Sulung kembali digelar di lantai 3 kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Rabu (25/5/2022) sore. Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Pertiwi Ayu Krishna menyarankan supaya kelompok komunitas masyarakat peduli Babussalam segera berangkulan dengan pihak PT KAI.

"Itu aset negara yang dikuasai PT KAI untuk mengelola. Kalau sudah dibangun musholla baru, sebenarnya kan gak ada masalah. Kenapa harus ada pendemo, ini saya tekankan kembali buat pendemo, di mana salahnya PT KAI. Kalau sudah diganti rangkulan saja. Kalau main kekekehan (tidak ada yang mengalah) gak ada solusi," kata Ayu di dalam rapat hearingnya.

Saran Ayu pun diperkuat dengan pernyataan Tri didik Adiono, anggota dewan Kota Surabaya sekaligus sebagai Ketua RW 1 Sulung yang juga asli kelahiran Sulung, mengaku sangat terusik ketika ada pendemo yang mengatasnamakan warga Sulung Surabaya.

"Saya di sini duduk sebagai ketua RW bukan sebagai dewan. Saya sangat terima kasih kepada pak Satuham yang peduli musholla Babussalam. Tapi kembali lagi ke Kampung saya. Saya duduk di sini sebagai ketua RW 1, tolong jangan libatkan nama Sulung. Samean (anda) mau demo ke PT KAI, mengarahkan ke kepolisian monggo (silahkan) saya sangat mendukung sekali. Dan saya siap, tapi jangan bawa-bawa nama Sulung. Kalau samean (anda) bawa-bawa nama warga Sulung, warga Sulung yang mana, saya ketua RW 1 pengen tahu," ujar Didik.

Sementara, Satuham Akbar selaku koordinator aksi peduli musholla Babussalam mengaku kecewa dengan hasil rapat tersebut. "Jawaban tidak memuaskan, karena tidak sesuai apa yang kita inginkan," ungkap Satuham, saat ditemui Potretkota.com usai rapat.

Dengan putusan tersebut, ia bersama kawan-kawan tetap tidak akan berhenti dan akan tetap melanjutkan sampai ke ranah pidana atau hukum. "Tapi tetap kita lanjutkan kami tidak menerima ini. Dari segala segi kriminalnya atau segi hukumnya," tegasnya.

Menurut Satuham, dibangunnya musholla Babussalam di tempat lain oleh pihak PT KAI, itu hanya untuk mengelabui warga saja. Satuham mengklaim musholla Babussalam dibangun dan dikelola oleh Yayasan Babussalam sendiri. Namun musholla tersebut kemudian dirobohkan oleh PT KAI.

"Dipindahkan sebagai pengelabuhan (mengelabui) saja, bangunan itu baru selesai bukan dari dulu selesainya, jauh dari harapan. kami tetap memperjuangkan musholla Babussalam dibangun ke tempat semula. KAI menyampaikan Babussalam dibangun tapi dibangun jauh dari tempat semula. Karena dibangun di tempat lain, dan mala jauh. KAI ini hanya pengalihan lahan saja," tukas Satuham.

Di tempat yang sama, Humas Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengaku urusan tersebut sudah klir. "Sudah klir, terima kasih kami sudah dimediasi oleh dewan. Mudah-mudahan sudah selesai sampai di sini. Kami mengapresiasi apa yang dilakukan oleh DPRD," aku Luqman pada Potretkota.com, usai rapat.

Saat disinggung terkait serah terima musholla Babussalam yang baru, ia sudah berkordinasi dengan pihak tokoh masyarakat termasuk RT dan RW.

"Serah terimanya 31 Maret 2022, di situ menghadiri rapat kordinasi serah terima musholla Babussalam melalui RW ke warga," pungkas Luqman. (SA)

Harga Cabai dan Bawang Merah di Lampung Naik
Kapal Wisata Pengangkut Dua WNA Prancis Kandas