Wanita ini Tertipu Investasi Kafe Hingga Ratusan Juta
Rika Andriani menunjukkan bukti laporan polisi yang dibuatnya di Polres Malang atas dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan RHS bersama istrinya, Minggu, (20/11/2022).

Akibat Bujuk Rayu Teman Dekat

Wanita ini Tertipu Investasi Kafe Hingga Ratusan Juta

Potretkota.com – Rika Andriani (46), warga Dusun Karang Ploso, Desa Ngerong, Gempol, Pasuruan, menjadi korban dugaan tindak pidana penipuan. Dalam kasus ini, Rika diperkirakan mengalami kerugian ratusan juta rupiah atas dugaan tindak pidana penipuan dengan modus investasi kafe di Kota Malang, Jawa Timur yang dilakukan oleh RHS (40), dan istrinya warga Wiyung, Surabaya.

Dodik Firmansyah, kuasa hukum Rika mengatakan, dugaan tindak pidana penipuan dengan modus investasi bisnis kafe berawal dari kedekatan antara Rika dengan RHS sebagai teman dekat. Semula, pada tahun 2018 RHS menawarkan kerjasama untuk membuka bisnis kafe di sebuah Ruko (Rumah Toko) di wilayah Singosari, Malang, Jawa Timur.

“Mendengar tawaran itu, korban (Rika) pun tidak ragu untuk berinvestasi pada bisnis yang ditawarkan oleh teman baiknya teRHSebut. Untuk semakin meyakinkan korban, Ronny mengajak korban untuk melihat Ruko tempat mereka akan membuka bisnis kafe teRHSebut,” kata Dodik kepada Potretkota.com, Senin, (21/11/2022).

Setelah diperlihatkan Ruko yang dimaksud, lanjut Dodik, Rika semakin percaya kepada RHS. Rika pun mentransfer uang sebesar Rp80 juta ke RHS. Kemudian di awal tahun 2019, Rika kembali mentransfer uang sebesar Rp15 juta kepada RHS, dan beRHSelang beberapa bulan Rika kembali mentransfer uang sebesar Rp55 juta kepada RHS. Akan tetapi setelah itu, RHS tak kunjung memberikan kabar.

“Rika berinisiatif mencari tahu kebenaran dari bisnis teRHSebut, dan dia mencoba menemui pemilik Ruko untuk memastikan kebenarannya. Tapi jawaban tidak sesuai harapan, pemilik Ruko justru memberitahu bahwa RHS memang pernah datang untuk memberikan uang tanda jadi sebesar Rp500 ribu,” terang Dodik.

Setelah memberikan uang tanda jadi, RHS meminta kunci Ruko untuk dibawanya. Namun ternyata, RHS tidak melanjutkan niatnya untuk kontrak Ruko dan mengembalikan kunci kepada pemiliknya. Selain itu, menurut pemilik Ruko, setelah mengembalikan kunci Ruko RHS tidak berkata apa-apa. Setleah mendengar penjelasan pemilik Ruko, Rika menjadi shock.

Tak lama kemudian, Rika berusaha menghubungi RHS untuk meminta uang yang telah ia berikan sebagai modal usaha untuk dikembalikan. Akan tetapi RHS hanya memberikan janji-janji palsu. Tidak sampai di situ saja, Rika juga berusaha mendatangi tempat tinggal RHS sesuai dengan KTP RHS di wilayah Wiyung, Surabaya yang sempat didapatkan Rika, dan lagi-lagi Rika dibuat terkejut.

“Semua warga di Perum Graha Famili, Babatan, Wiyung, Surabaya, mengatakan tidak mengenal Ronny bahkan Satpam perumahan teRHSebut juga membenarkan bahwa tidak ada orang yang bernama RHS tinggal di daerah teRHSebut,” jelas Dodik.

Setelah sempat memendam kecewa, pada Minggu, 13 November 2022, Rika menerima informasi dari seseorang tentang keberadaan RHS berikut akun Instagram milik RHS, yang diduga RHS tinggal di Jalan Beo Samping SDK Antonius Cakranegara, Mataram, NTB. Tiga hari kemudian, yakni pada Rabu, (16/11/2022), Rika mendatangi tempat peRHSembunyian RHS di Mataram.

Setelah berhasil bertemu dengan RHS, bukannya menunjukkan i’tikad baik, RHS justru menantang Rika untuk membawa masalah ini ke jalur hukum. Rika yang semakin kecewa dengan perlakuan orang yang selama ini dianggapnya sebagai teman baik kembali pulang dan langsung melaporkan kasus yang dialaminya ke SPKT Polres Malang atas dugaan Tindak Pidana Penipuan sesuai Pasal 378 KUHP.

“Ada dugaan penipuan yang masuk di dalam Pasal 378 KUHP yang dialami Rika Andriani, dan dengan langkah melaporkan RHS. Saya harap polisi bisa bertindak cepat, dan saya yakin polisi akan menindaklanjuti cepat laporan klien saya, dan saya juga berharap pelaku penipuan ada i’tikad baik untuk menyelesaikan,” tukas Dodik. (ASB)

DPRD Kabupaten Pasuruan Gelar Sholawatan
Pegawai Disperindag Sumenep Jadi Pesakitan Tipikor