Potretkota.com - Novi Indah Rosiana dan Iwan, kedua orang tua bayi Alvan Agustian Alfarizky kembali mempertanyakan sikap managemen RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Surabaya.
Pasca tangan anaknya membengkak dan melepuh diduga akibat salah penanganan oleh perawat, Novi justru hanya mendapat konfirmasi melalui pesan WhatsApp dari nomor hotline Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya.
Baca juga: RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Bantah Salah Penanganan Bayi, Sebut Flebitis Risiko Medis
Konfirmasi hotline tersebut justru dianggap Novi sebagai wujud ketidakseriusan pihak rumah sakit maupun Pemerintah Kota Surabaya, dalam menangani persoalan kesehatan pasien.
Novi mengaku sangat kecewa dengan sikap managemen RSUD Dr. Mohamad Soewandhie maupun Pemerintah Kota Surabaya yang terkesan menganggap enteng masalah kesehatan pasien.
"Tentu kami sangat kecewa dengan pihak rumah sakit Soewandhie. Orang tua mana yang tidak khawatir dengan bayinya, jika cara penanganan terhadap pasien seperti itu? Kesannya asal-asalan gitu," kata Novi kepada Potretkota.com, Rabu, (23/09/2026).
Baca juga: Diduga Perawat RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Salah Penanganan, Tangan Balita Melepuh & Bengkak
Selain itu, Novi juga mengungkap bagaimana perlakuan dari petugas RSUD Dr. Mohamad Soewandhie, ketika hendak membawa pulang paksa anaknya. Bukan hanya diancam akan diblokir BPJS-nya, namun pihak Soewandhie juga menolak memberikan rujukan ke rumah sakit lain.
"Jadi waktu saya mau bawa pulang anak, kami ditakut-takuti, seperti mengancam begitu ya, BPJS-nya mau diblokir. Saya juga minta rujukan ke rumah sakit lain nggak dikasih," jelas Novi.
Namun demikian, Novi tidak menampik bahwa kondisi bayi Alvan saat ini sudah mulai membaik. Tetapi, membaiknya kondisi sang bayi bukan karena penanganan lebih lanjut dari RSUD Dr. Mohamad Soewandhie, melainkan karena penanganan dari klinik dokter spesialis anak.
Baca juga: Cleaning Service RSUD M. Soewandhie Ditangkap
Hingga kini, Novi dan keluarganya masih menunggu itikad baik dari managemen RSUD Dr. Mohamad Soewandhie maupun Pemerintah Kota Surabaya dengan cara dan etika yang baik pula, bukan dengan pesan singkat yang disampaikan melalui nomor hotline Eri Cahyadi.
"Ya caranya agak bagusan dikit ya, masa' sekelas rumah sakit daerah cuma seperti itu menanggapi persoalan kesehatan warganya. Mestinya dengan tindakan nyata, bukan pesan singkat," tandas Novi. (ASB)
Editor : Redaksi