Rumah Sakit Diminta Tetap Siaga

Emil Dardak: Kasus Influenza A dan ISPA di Jatim Fluktuatif

avatar potretkota.com
Emil Elestianto Dardak
Emil Elestianto Dardak

Potretkota.com - Kasus Influenza A dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Jawa Timur masih menunjukkan pergerakan yang fluktuatif. Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya rumah sakit, tetap siaga menghadapi perubahan jumlah pasien.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, perkembangan kasus di sejumlah fasilitas kesehatan mulai menunjukkan penurunan. Kondisi tersebut, salah satunya, terlihat di Puskesmas Kedungkandang, Kota Malang.

Baca Juga: Kadis Peternakan Jatim Enggan Komentari Soal PMK, Ada Apa?

Namun, penurunan kasus belum terjadi secara merata. Di sejumlah wilayah lain, jumlah kasus masih mengalami peningkatan sehingga pemantauan terhadap perkembangan Influenza A dan ISPA terus dilakukan.

"Jumlah kasus di beberapa fasilitas kesehatan mulai menunjukkan penurunan, tetapi di tempat lain masih ada yang mengalami peningkatan," ujar Emil.

Menurut Emil, influenza pada umumnya merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya atau bersifat self-limiting disease. Meski demikian, kondisi pasien tetap perlu diperhatikan, terutama ketika daya tahan tubuh menurun atau pasien memiliki penyakit penyerta maupun mengalami komplikasi.

"Influenza pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya atau self-limiting disease. Tetapi kondisi bisa memburuk kalau daya tahan tubuh menurun, apalagi kalau disertai komplikasi atau penyakit lain," katanya.

Baca Juga: Aspednak Bantu Atasi Penyebaran Virus Babi

Karena itu, rumah sakit diminta tidak menganggap ringan pasien yang datang dengan keluhan influenza. Penanganan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, baik melalui rawat jalan maupun rujukan ke fasilitas kesehatan yang memiliki kemampuan penanganan lebih lanjut.

Hingga kini, Pemprov Jawa Timur menyebut belum menerima laporan adanya rumah sakit di wilayah Jawa Timur yang kewalahan hingga harus menolak pasien akibat kasus Influenza A.

Meski demikian, kapasitas pelayanan kesehatan tetap diminta dipantau secara berkala. Pemantauan mencakup perkembangan jumlah kasus serta kemampuan fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga: Virus Demam Babi Afrika Pernah Masuk Jawa Timur

Pemprov Jawa Timur juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan kendala dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Pemerintah memastikan pemantauan kondisi di lapangan akan terus dilakukan guna memastikan pasien dengan keluhan influenza memperoleh penanganan sesuai kondisi medisnya. (KF)

Berita Terbaru