Tidak Menular ke Kambing dan Sapi

Virus Demam Babi Afrika Pernah Masuk Jawa Timur

avatar potretkota.com

Potretkota.com - Virus African Swine Fever atau disingkat ASF menyerang babi di Indonesia termasuk di Jawa Timur, sekitar tahun 2020 hingga 2021 lalu. Akibatnya, ratusan babi di Jawa Timur mati.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian atau BBKP Surabaya, Drh. Cicik Sri Sukarsih MH melalui Pegawai Fungsional Drh. Heli Afiantoro M.Vet, virus yang dikenal dengan demam babi ini hanya menular ke antar babi saja, tidak ke hewan ternak lainnya, seperti unggas, kambing dan sapi.

Baca Juga: Ular Piton Sembunyi di Lantai Rumah Warga Panduk Kalirungkut

Menurut Heli Afiantoro, awalnya virus babi afrika masuk ke Indonesia tahun 2019 lalu dan kemudian menyebar di 18 Provinsi, termasuk Jawa Timur. Namun, karena saat ini biosecurity diperketat, Jawa Timur saat ini bebas dari virus.

Baca Juga: Kadis Peternakan Jatim Enggan Komentari Soal PMK, Ada Apa?

“Untuk virus ASF ini tidak menyebar ke hewan lain, seperti kambing, domba dan sapi,” ujar Heli Afiantoro, Jumat (12/5/2023) kemarin.

Heli Afiantoro menyebut, virus ASF atau demam babi ini pernah menyerang peternak babi yang berada di Blitar, Malang, Tulungagung, Lumajang, Banyuwangi, Magetan, Nganjuk, dan sebagainya, sekitar tahun 2020-2021 lalu. “Saat itu, yang mati ada ratusan babi. Tapi sekarang peternak babi sudah pulih kembali,” tambahnya.

Baca Juga: Keuntungan Ternak Babi Menurut Ketua Aspednak

Dalam pencegahannya agar virus babi afrika tidak lagi menyebar, langka pihak BBKP Surabaya, yaitu memperketat pengiriman babi masuk ke Jawa Timur. Pengiriman babi harus dilengkapi dengan surat kesehatan hewan yang diterbitkan oleh pejabat setempat dan wajib menyertakan uji ASF negatif. (Hyu)

Berita Terbaru