Potretkota.com - Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tempat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) (Himpunan Asosiasi (Hias), di Dusun Tempel, Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jumat (1/5/2020)
Dalam sidak tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan memastikan juga mengontrol sejauh mana hasil kerja UMKM di Kabupaten Pasuruan. "Selain itu kami juga ingin tau perkembangan pekerja masker yang ada di Kecamatan Gempol, khususnya di Ketua UMKM Himpunan Asosiasi. Harapan kami, proyek pengadaan masker ini jangan sampai di monopoli pihak-pihak tertentu," ungkapnya.
Baca juga: Terdakwa Ganjar Pemkot Surabaya Ingat Terima Uang dari PT Arisco Cipta Graha Sarana Rp100 Juta
Sementara, Ridwan Ketua UMKM Hias menyatakan, akan bekerja semaksimal mungkin, karena angotanya terdiri beberapa macem yaitu ada konveksi, aspender, unibraw, apbn, bineka, mamas dan kulit. "Untuk anggota kami terdiri dari 12 himpunan asosiasi," terangnya.
Baca juga: Hakim Tipikor Heran Perkara Ganjar Pemkot Surabaya Bisa Naik
Ridwan mengaku senang, karena ada tanggap Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan atas UMKM yang selama ini ada permasalahan sosial ekonomi. "Soal proyek pengadaan masker, sudah kami kerjakan dan sudah kita distribusikan, bisa di cek di lokasi. Mengenai jumlah 1,5 juta masker dari Dinas Disperindag, kami cuma mendapat jatah pekerjaan 1 juta masker," tambahnya.
Untuk pekerja jahit, disebut Ridwan memberi ongkos antara Rp 1000 rupiah per'masker dan minimal Rp 750 rupiah. "Dan itu atas kesepakatan bersama. Untuk bahannya dari kami. Pembuatan masker dilakukan dua lapis, jenis bahan kain yang kami gunakan catton twil dilapisi dengan kain sponbod. Soal harga masker dari Disperindag Rp 3500 Per masker. Saat ini kami mempunyai pekerja sejumlah 60 karyawan," terangnya.
Baca juga: Direktur Utama PT Calvary Abadi Hanny Avianto Akan Laporkan Terdakwa Ganjar Pemkot Surabaya
Sementara pengusaha Sablon asal Bangil, Muslim mengatakan, beberapa hari ini pihaknya di banjiri order sablon dari tukang jahit yang tidak bisa nyablon. "Saat ini kami dapat order 200 ribu nyablon. Untuk harga sablon per masker, kami beri harga Rp 200 rupiah. Saat ini kami mempunyai 30 karyawan yang tersebar di Kabupaten Pasuruan. Dari 30 karyawan per orang dapat menghasilkan pekerjaan 1000 masker per hari. Pendapatan per orang Rp 140 ribu per hari. Kemarin kami sudah setor 5000 ribu yang sudah di sablon. Proyek pengadaan masker ini berakhir 13 Mei 2020," pungkasnya. (Mat)
Editor : Redaksi