Potretkota.com - Beberapa pekan sebelum bulan suci Ramadan tiba, denyut persiapannya sudah terasa di berbagai sudut Kota Surabaya. Salah satu penandanya datang dari aroma manis kurma yang mulai ramai diburu warga, jauh sebelum adzan Magrib pertama di bulan puasa berkumandang.
Di Toko Pusat Kurma kawasan Jalan Ngagel Jaya Selatan, suasana tampak lebih hidup dari biasanya. Sejak pagi, warga silih berganti datang. Ada yang sekadar mencicipi, membandingkan jenis, hingga membeli dalam jumlah cukup banyak. Etalase toko dipenuhi beragam kurma, dari harga terjangkau hingga kelas premium.
Baca Juga: Aksi Sosial BEM Nusantara Jawa Timur di Bulan Ramadan 2025
Safira, salah seorang pembeli, memilih datang lebih awal untuk menghindari kepadatan pengunjung saat Ramadan nanti. Ibu dua anak ini terlihat teliti memilih kurma, sesekali bertanya soal rasa dan tekstur.
“Kalau sudah masuk Ramadan biasanya ramai sekali. Sekarang lebih nyaman, bisa pilih dengan tenang,” ujar Safira.
Dari berbagai jenis yang tersedia, kurma asal Mesir menjadi favorit. Teksturnya yang lembut, rasa manis yang tidak berlebihan, serta harga yang relatif bersahabat membuat kurma ini paling banyak diburu warga. Tak heran, stok kurma Mesir kerap menjadi yang tercepat berkurang.
Pemilik toko kurma, Yasir Salim Basyrewan mengungkapkan, bahwa tren belanja kurma lebih awal menjelang Ramadan sudah menjadi kebiasaan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: GRDK Serukan Tolak Zakat Koruptor di Gedung Grahadi
“Sekarang masyarakat lebih sadar persiapan. Mereka ingin memastikan kebutuhan berbuka sudah tersedia sejak awal,” kata Yasir baru-baru ini.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pihak toko menyediakan beragam pilihan kurma dari berbagai kelas harga. Selain itu, kualitas menjadi perhatian utama agar kurma tetap segar dan layak konsumsi hingga bulan puasa tiba.
“Meningkatnya permintaan tentu menjadi tantangan, tapi juga peluang. Kami berupaya menjaga kualitas agar kepercayaan pelanggan tetap terjaga,” tambahnya.
Baca Juga: Dishub Jatim Siapkan 96 Bus Mudik dan Kapal Gratis
Bagi warga Surabaya, berburu kurma bukan sekadar soal belanja. Aktivitas ini sudah menjadi bagian dari tradisi menyambut Ramadan, sebuah tanda kesiapan lahir dan batin menyongsong bulan penuh berkah.
Di antara tumpukan kurma dan percakapan ringan antar pembeli, suasana hangat pun tercipta. Ramadan mungkin belum tiba, namun denyutnya sudah terasa manis, hangat, dan penuh harapan, seperti kurma yang siap menemani waktu berbuka nantinya. (KF)
Editor : Redaksi