Potretkota.com - Sama-sama berasal dari Pasuruan, nelayan kisik bereaksi keras akibat tidak terima nelayan Ngemplakrejo menangkap ikan menggunakan jaring trawl di perairan Katingan Sidoarjo.
Akibatnya, nelayan Kebonsawah jadi sasaran. Beberapa perahu dibakar orang tak dikenal, entah dari pihak mana? Kobaran api yang menerangi pelabuhan rakyat terpaksa jadi tontotan masyarakat.
Baca Juga: Pelindo Pastikan Pelabuhan di NTT Beroperasi Normal Pasca Gempa
Aksi ini pun memantik massa dari Dusun Kebonsawah yang melakukan long march dengan membawa beberapa senjata menuju pelabuhan Pasuruan, Rabu (4/1/2026) malam.
Namun, upaya tawuran antar nelayan dapat dicegah oleh aparat yang sigap menghalau agar keributan tida meluas. "Polres Pasuruan Kota akan menjaga situasi aman dan nyaman, tujuannya agar kondusif," kata Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, Kamis, (5/1/2026) dini hari.
Baca Juga: Tangis di Balik Putusan Pengerukan Kolam Pelabuhan Tanjung Perak
Sementara, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyampaikan, pasca peristiwa tawuran antar nelayan pihaknya bersama tokoh masyarakat dari kedua belah pihak sepakat berkumpul duduk satu meja bersama untuk mencari solusi.
"Alhamdulilah semua permasalahan kita selesaikan dengan kekeluargaan," tambah Adi Wibowo didampingi Camat Panggungrejo, Herman.
Baca Juga: Bawa Nama Tuhan, 6 Terdakwa Akui Tak Pernah Korupsi Proyek Pengerukan Kolam Pelabuhan
Adi Wibowo juga menyampaikan, pihaknya bersama TNI dan Polri berupaya menyelesaikan masalah ini dengan baik. "Ini merupakan tanggung jawab kita semua dan alhamdulilah sudah terselesaikan," pungkanya. (dyt)
Editor : Redaksi