Potretkota.com - Beberapa orang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Demokrasi dan Keadilan (GRDK) Jawa Timur berorasi menutup sebagian jalan Gubernur Suryo Surabaya, Jumat (5/4/2024) siang.
Mereka berjalan pelan dari Patung Gubernur Suryo menuju Gedung Negara Grahadi sembari berorasi dan membawa gerobak sampah bertuliskan Tolak Zakat Koruptor. Seruan ini disampaikan koordinator Taufik Hidayat lantaran pernah jadi korban pungutan liar (pungli) usaha oleh oknum Pejabat di Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).
Baca Juga: Hakim PN Surabaya Keluhkan Pendemo Bawa Sound Besar
“Ngakunya puasa ternyata maling, biasa ke masjid tapi mencuri, bicara sodakoh dan zakat pribadi tapi hasil merampok uang negara,” seru Taufik.
- BERITA TERKAIT: GRDK: Tolak Sedakah & Zakat dari Koruptor Jatim
Menurut Taufik, seruan aksi ini bentuk peduli akan ibadah di Bulan Ramadan yang mana GRDK melihat masih banyak oknum yang memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk kepentingan pribadi.
Baca Juga: Perkara Demo Isu Perselingkuhan, Hakim Minta Jemput Paksa Kadindik Jatim Aries Agung Paewai
“Ayo para penegak hukum dan KPK! Seret lagi itu orang-orang eselon yang punya jabatan, anggota dewan yang terlibat korupsi. Tangkap seluruh koruptor baik dari eksekutif, legislatif maupun perorangan,” tegas Taufik.
Taufik menyebut, penagakan hukum menjadi sesuatu yang sangat mutlak untuk memberikan rasa nyaman kepada seluruh warga se Jawa Timur. “Berikan hukuman sesuai aturan tanpa ada negosiasi dan remisi bagi para koruptor,” tambahnya.
Baca Juga: Demo Gerakan Pemuda Demokrasi di Kantor Demokrat Jatim Batal
Dengan memakai sorban, Taufik juga menyerukan agar oknum atau koruptor tidak membagikan sodakoh dan zakat hasil korupsi. “Karena makan uang zakat dari koruptor sama seperti makan bangkai hewan,” pungkasnya. (Hyu)
Editor : Redaksi