Potretkota.com - Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) kembali mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil, Kabupaten Pasuruan, Rabu (24/3/2021). Kedatanganya mendesak agar korp adhyaksa menuntaskan kasus dugaan korupsi pemotongan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) yang diperuntukan untuk Taman Pendidikan Al'Quran (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin), dan Pondok Pesantren (Ponpes).
Direktur Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (Pusaka) Lujeng sudarto mengatakan, supaya Kejari Bangil segera menuntaskan dugaan korupsi pemotongan BOP untuk TPQ, Madin, Ponpes. “Karena kalau kasus ini berhenti, nantinya dikira oleh masyarakat masuk angin,” katanya.
Baca juga: Robot Bawah Air Buka Peluang Ekonomi Maritim Indonesia
Selain itu, kedatangan mendorong agar kasus penyimpangan BOP segera ditingkatkan ke penyidikan. “Karena bukti dan fakta dilapangan memang benar terjadi pemotongan BOP,” tambah Lujeng
Baca juga: LLDIKTI Wilayah VII Telaah Perkara Gelar Anggota DPRD Bojonegoro
Senada, Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Pasuruan Raya, Muhammad Asyari menyampaikan agar Kejari Bangil menuntaskan dugaan kasus korupsi pemotongan BOP untuk TPQ, Madin dan Ponpes yang ada di seluruh Kabupaten Pasuruan. “Sebab yang saya ketahui, bantuan berupa dana Keagamaan ini ada salah satu Kordinator masing-masing di tingkat Kecamatan yang membawahi 620 titik. Inilah yang telah melakukan pengondisian dari Spek sampai barang,” ungkapnya.
Menanggapi hal ini, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Bangil, Denny Saputra mengatakan, dugaan kasus korupsi pemotongan BOP untuk TPQ, Madin dan Ponpes, prosesnya sudah dalam tahap penyelidikan. Dari jumlah 1400 lebih TPQ dan 100 lebih Madin serta Ponpes yang ada di Kabupaten Pasuruan sudah dilakukan penyelidikan.
Baca juga: Sukur Priyanto DPRD Bojonegoro Klaim Gelar Akademik D3 ke S1 Tak Linier Cuma Setahun Tetap Sah
“Bahkan tiap hari sejumlah masing-masing pengurus, kami mintai keterangan. Dalam satu harinya, tim Kejaksaan Negeri melakukan pemeriksaan 30 sampai 40 orang. "Dan kini prosesnya sudah mencapai 70 persen,” pungkas Denny Saputra. (Mat)
Editor : Redaksi