Demo di Pasuruan Minta Brantas Mafia Pendidikan

potretkota.com

Potretkota.com - Seorang aktivis dari Gerakan Pemuda Peduli Pengamat Hukum (GP3H), Anjar Supriyanto melakukan aksi unjuk rasa tunggal di depan kantor Dinas Pendidikan, Kabupaten Pasuruan, Senin (1/11/2021). Ia menuntut brantas mafia pendidikan yang melakukan pungutan liar.

Dalam aksinya, Anjar Supriyanto mendapat perhatian dari kalangan masyarakat dan pegawai Dinas Kabupaten Pasuruan. Sebab saat aksinya, ia melakukan seorang diri dengan membawa puluhan poster yang didirikan setengah tiang bertulis Hapus jual beli LKS, Hapus biaya daftar ulang, hapus penjajahan dunia pendidikan, Larang berdirinya paguyupan wali murid dan Pecat oknum tenaga pendidik pengguna buku LKS.

Baca juga: Uang Aries Agung Peawai Kadindik Jatim Rp20.050.000 Dikembalikan

Tidak hanya itu, Anjar Supriyanto dalam orasinya menyuarakan kepada Dinas Pendidikan malu pada siswa yang tidak mampu membeli buku LKS atau seragam sekolah. “Padahal pemerintah sudah menganjurkan biaya sekolah itu gratis dan sudah dibiyayai oleh negara. Jadi jangan sampai anak-anak sekolah tersebut anda manfaatkan atau dibuat proyek jual beli buku LKS dan seragam sekolah,” katanya.

Baca juga: Belajar Budaya Lewat Rasa: Hangatnya Imlek di Dapur Sekolah

Selain itu, Anjar Supriyanto juga menyimpulkan para pegawai Dinas Pendidikan percuma se bertma bertahun-tahun datang ke gedung Dewan Kabupaten Pasuruan membahas soal anggaran pendidikan, namun kenyataanya tetap melakukan pembiaran dalam pungutan pembelian seragam atau buku LKS.

Baca juga: 3 Siswa Jadi Korban Plafon Ambruk di Kelas SMP Negeri 60 Surabaya

“Lebih heranya lagi, meski Kepala Dinasnya seorang perempuan tidak punya dampak apapun terhadap dunia pendidikan, malah justru bertambah parah. Untuk itu, jangan salahkan kita kalau masalah ini dibiarkan, maka kami akan lebih keras membrantas mafia pendidikan,” jelas Anjar. (Mat)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru