Potretkota.com - Kepala Divisi Formalitas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Didik S Setyadi, mengaku sepakat kinerjanya diawasi LSM dan Media.
Pernyataan tersebut disampaikan saat acara Seminar dan Diskusi Publik dengan tema Peran Serta LSM Dan Media Dalam Pengembangan Sumber Daya Alam Migas Dan Kelautan Sebagai Daya Saing Bangsa, yang diselenggarakan LSM Garad Indonesia, Selasa (10/9/2019), disalah satu hotel kawasan Surabaya Selatan.
Baca Juga: Surabaya Tuan Rumah Regional Leader Forum 2025
Acara Seminar dan Diskusi Publik ini dihadiri narasumber Kunadi selaku JTB Site Office & PGA Manager PT Pertamina EP Cepu (PEPC), Koesworo tokoh wartawan di Surabaya dan Sugeng Nugroho Ketua DPP Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI). Hadir pula dari Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim, Kominfo Jatim, serta berbagai undangan.
Baca Juga: Sumpah Pemuda di Taman Budaya
“Saya sangat sepakat, jika ada peran serta dari lembaga control sosial seperti LSM dan Media turut serta mengawasi kinerja SKK Migas, supaya informasi bisa tersampaikan secara benar dan maksimal, bukan hoax,” kata Didik.
Baca Juga: Hari Sumpah Pemuda, Sri Wahyuni DPRD Jatim: Teruslah Bergerak
Menurut Didik, selama ini ada banyak informasi yang belum tersampaikan ke masyarakat secara valid terkait pengelolahan Migas. “Ada yang belum diketahui masyarakat, dari hulu hingga hilir memang bisa dikatakan terdapat minyak. Namun, pernah juga tidak ada minyak sama sekali, padahal tidak sedikit biaya produksinya. Inilah yang membuat defisit, sedangkan kebutuhan minyak kita per hari saja melebihi apa yang didapat, ya otomatis kita harus impor untuk menutupi kekurangan. Makanya jika harga minyak dunia naik, harga disini (Indonesia) juga ikutan naik,” tambahnya. (SA)
Editor : Redaksi