Pengamanan Markas Polsek Simokerto Diperketat

avatar potretkota.com

Potretkota.com - Pasca penyerangan Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang Banten beberapa waktu, Polsek Simokerto Polrestabes Surabaya memperketat pengamanan, untuk mengantisipasi pelaku yang menganut paham radikalisme yang memang salah satu sasarannya adalah aparat kepolisian.

Terlihat, baik anggota berseragam maupun berpakaian bebas siaga dari pintu gerbang. Anggota Polsek Simokerto juga diwajibkan membawa senjata laras panjang untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Polisi Pasang Alarm Motor Gratis untuk Cegah Curanmor di Surabaya

Setiap warga yang hendak masuk ke Polsek Simokerto pun tak luput dari pemeriksaan oleh petugas, baik dari tas barang bawaan hingga jok kendaraan bermotor. “Pengamanan ekstra ketat ini untuk mengantisipasi pelaku yang menganut paham radikalisme yang memang salah satu sasarannya adalah aparat kepolisian,” Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati Saragih.

Baca Juga: Hakim PN Surabaya Keluhkan Pendemo Bawa Sound Besar 

Sementara, Anwar salah satu warga yang hendak mengurus surat kehilangan mengaku sempat kaget dengan pengamanan ekstra Mapolsek Simokerto. Pengamanan markas yang ditingkatkan tak membuat dirinya takut, ia justru mengapresiasi pelayanan polisi yang dianggap ramah dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “Saya mendukung pengamanan ekstra ketat. Begini kan bagus,” akunya.

Baca Juga: Seleksi Petugas Haji Diperketat, Utamakan Layanan Kesehatan

Tidak hanya seluruh personil yang diwajibkan meningkatkan pengamanan markas, Polsek Simokerto juga memanfaatkan CCTV yang terpasang di berbagai sudut selama 24 jam, untuk memantau adanya kemungkinan pelaku paham radikalisme yang ingin merusak keamanan kantor polis. (Jar)

Berita Terbaru