Potretkota.com - Pasca penyerangan Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang Banten beberapa waktu, Polsek Simokerto Polrestabes Surabaya memperketat pengamanan, untuk mengantisipasi pelaku yang menganut paham radikalisme yang memang salah satu sasarannya adalah aparat kepolisian.
Terlihat, baik anggota berseragam maupun berpakaian bebas siaga dari pintu gerbang. Anggota Polsek Simokerto juga diwajibkan membawa senjata laras panjang untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca Juga: Dewan Pendidikan Jatim Ajak Sekolah Ajarkan Siswa Mampu Ubah Sampah Menjadi Berkah
Setiap warga yang hendak masuk ke Polsek Simokerto pun tak luput dari pemeriksaan oleh petugas, baik dari tas barang bawaan hingga jok kendaraan bermotor. “Pengamanan ekstra ketat ini untuk mengantisipasi pelaku yang menganut paham radikalisme yang memang salah satu sasarannya adalah aparat kepolisian,” Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati Saragih.
Baca Juga: Beredar di Indonesia, 1500 Kartu Remi Aksara Jawa Ludes Terjual
Sementara, Anwar salah satu warga yang hendak mengurus surat kehilangan mengaku sempat kaget dengan pengamanan ekstra Mapolsek Simokerto. Pengamanan markas yang ditingkatkan tak membuat dirinya takut, ia justru mengapresiasi pelayanan polisi yang dianggap ramah dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “Saya mendukung pengamanan ekstra ketat. Begini kan bagus,” akunya.
Baca Juga: Teror Penghapusan Berita Digital Jadi Sorotan, Praktisi Tekankan Perlindungan Karya Jurnalistik
Tidak hanya seluruh personil yang diwajibkan meningkatkan pengamanan markas, Polsek Simokerto juga memanfaatkan CCTV yang terpasang di berbagai sudut selama 24 jam, untuk memantau adanya kemungkinan pelaku paham radikalisme yang ingin merusak keamanan kantor polis. (Jar)
Editor : Redaksi