Potretkota.com - Malam itu, aroma kopi menghangatkan suasana. Tawa dan obrolan ringan terdengar bersahut-sahutan di antara para peserta yang berkumpul. Namun, pertemuan tersebut bukan sekadar ajang melepas penat setelah menjalani aktivitas sehari-hari. Di balik suasana santai itu, terbangun sebuah komitmen bersama untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan bagi warga Kota Surabaya.
Sabtu malam, Relawan Siaga Kota Surabaya menggelar kegiatan ngopi santai yang menghadirkan berbagai unsur yang selama ini berada di garis depan penanganan keadaan darurat. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari BPBD Kota Surabaya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan, PMI, Ambulance Ozora Gojek, hingga Ambulance YDSF.
Baca juga: Motor Pendukung Ganjar Mahfud Digondol Maling
Meski dikemas secara sederhana, pertemuan itu memiliki makna yang jauh lebih besar. Relawan dan petugas saling berbagi pengalaman, menceritakan dinamika yang mereka hadapi di lapangan, sekaligus menyamakan pemahaman mengenai peran masing-masing saat menghadapi situasi darurat.
Bagi mereka yang setiap hari berhadapan dengan laporan kecelakaan, kebakaran, bencana, hingga kondisi kegawatdaruratan medis, koordinasi bukan sekadar prosedur. Koordinasi adalah kunci yang dapat menentukan cepat atau lambatnya pertolongan tiba kepada masyarakat.
Koordinator Siaga Kota Surabaya, Roni Noor Adam, menegaskan bahwa relawan harus menjadi bagian dari solusi dalam setiap penanganan kejadian. "Relawan hadir bukan untuk menggantikan tugas petugas, melainkan untuk membantu sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki. Karena itu, pemahaman mengenai batasan peran dan komunikasi yang baik menjadi hal yang sangat penting," ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Menurut Roni, hubungan yang terbangun melalui komunikasi yang baik akan menciptakan koordinasi yang lebih efektif ketika menghadapi situasi darurat yang sesungguhnya. "Ketika komunikasi terbangun dan persepsi sudah sama, maka penanganan di lapangan akan berjalan lebih baik. Tujuan kita satu, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat," tambahnya.
Semangat yang sama juga disampaikan Tito, Komandan Kompi B BPBD Kota Surabaya. Di hadapan para relawan, ia mengingatkan pentingnya peningkatan kapasitas diri agar keberadaan relawan benar-benar memberikan manfaat saat dibutuhkan.
"Bangun komunikasi yang baik dengan petugas dan jangan berhenti belajar. Tingkatkan kemampuan melalui berbagai pelatihan agar saat dibutuhkan, relawan dapat hadir dengan keterampilan yang memadai," pesannya.
Ruang belajar itu pun terbuka lebar. Komandan Regu Tim Rescue Damkar Kota Surabaya, Ilham, menyampaikan bahwa pihaknya siap berbagi ilmu dan pengalaman kepada para relawan.
"Kami terbuka untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Teman-teman relawan bisa ikut belajar bersama agar kemampuan yang dimiliki semakin berkembang dan bermanfaat saat terjadi keadaan darurat," katanya.
Baca juga: Relawan Lumajang Sandiaga Uno Gelar Pelatihan Usaha
Malam itu, berbagai cerita lapangan mengalir tanpa sekat. Kisah tentang evakuasi korban, penanganan kebakaran, hingga situasi-situasi tak terduga yang menuntut kecepatan dan ketepatan tindakan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh peserta yang hadir.
Bagi para relawan, pengalaman-pengalaman tersebut bukan sekadar cerita. Setiap kisah menjadi bekal untuk memahami bahwa tugas kemanusiaan membutuhkan kesiapan, kemampuan, dan kerja sama yang solid.
Driver Ambulance TGC Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Bagoes, turut menyoroti pentingnya peran relawan dalam membantu masyarakat, terutama ketika petugas harus menangani beberapa kejadian sekaligus.
"Ketika sumber daya petugas terbagi ke beberapa lokasi kejadian, kehadiran relawan yang terlatih sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan penanganan awal. Namun tentu harus tetap dilakukan sesuai prosedur dan batas kewenangan yang ada," jelasnya.
Pertemuan tersebut menjadi gambaran bahwa sistem respons darurat yang kuat tidak dibangun oleh satu pihak saja. Di balik setiap laporan yang masuk dan setiap pertolongan yang diberikan, terdapat kolaborasi banyak tangan yang bekerja dengan tujuan yang sama: menyelamatkan dan membantu sesama.
Baca juga: Sandiaga Dipercaya Dapat Pulihkan Ekonomi
Lebih dari sekadar ngopi bersama, malam itu menjadi ruang untuk mempererat hubungan, menyatukan persepsi, dan memperkuat jaringan kemanusiaan yang selama ini bergerak untuk warga Surabaya.
Semangat itu pula yang sejalan dengan nilai yang dipegang Relawan Siaga Kota Surabaya, yakni **#BersiagaUntukWarga**—sebuah komitmen untuk terus hadir, peduli, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dalam berbagai situasi darurat maupun kemanusiaan.
Menjelang akhir kegiatan, peserta juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam sistem penanganan darurat. Warga diimbau untuk segera menghubungi layanan Call Center 112 atau 110 apabila menemukan kondisi darurat, sehingga laporan dapat diteruskan kepada petugas terdekat untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
Karena pada akhirnya, keselamatan warga bukan hanya tanggung jawab satu instansi atau satu kelompok relawan. Keselamatan adalah kerja bersama. Dan ketika relawan serta petugas berjalan berdampingan, pelayanan kepada masyarakat akan menjadi lebih kuat, lebih cepat, dan lebih bermakna. (KF)
Editor : Redaksi