Nenek Elina Korban Pengosongan Rumah Paksa Mengaku Kehilangan Barang Berharga Senilai Rp5 Miliar

avatar potretkota.com
Elina Widjajanti alias Nenek Elina.
Elina Widjajanti alias Nenek Elina.

Potretkota com -  Sidang kasus dugaan pengrusakan dan pengosongan paksa rumah milik Elina Widjajanti alias Nenek Elina digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (3/6/2026) kemarin. 

Dalam agenda pemeriksaan saksi, JPU memutar rekaman video yang memperlihatkan peristiwa pengusiran Nenek Elina dari rumahnya di kawasan Kuwukan, Surabaya. Video amatir tersebut menampilkan korban yang berupaya mempertahankan hak atas tanah dan bangunannya saat sejumlah pria melakukan pengosongan rumah.

Baca Juga: Wagub Emil Turun Tangan Redam Blokade Jalan Ponorogo–Pacitan

Elina Widjajanti mengaku,  dirinya diangkat secara paksa oleh beberapa orang yang disebutnya sebagai anak buah terdakwa, Samuel Ardi Kristanto.

"Saya terus melawan karena mau diusir. Mereka mau menggendong saya, tapi saya menolak dan berontak. Saat berontak, saya kemudian dilepas," ujar Nenek Elina dalam persidangan.

Korban Elina mengaku mengingat ada sekitar enam orang yang mengangkat dirinya keluar dari rumah. Akibat kejadian tersebut, ia mengaku mengalami trauma, rasa sakit di sekujur tubuh, serta luka robek di bagian bibir.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Jadi Pemicu Utang Pengelolaan Sampah Rp104 Miliar

Nenek Elina juga mengungkapkan sejumlah barang berharga miliknya hilang setelah peristiwa tersebut. Barang-barang yang disebut hilang antara lain enam sertifikat rumah, tiga sepeda motor, dan satu sepeda kayuh.

"Semuanya hilang dan kerugiannya mencapai Rp5 miliar," kata Nenek Elina.

Baca Juga: Advokat Peradin Menang Pidana dan Perdata Terkait Sengketa Rumah di Donokerto Surabaya

Sementara itu, Sari penghuni rumah Nenek Elina sejak 1994 mengaku, korban sempat melakukan perlawanan ketika diangkat oleh beberapa orang. "Saat itu ada sekitar empat orang. Pak Sugeng mengangkat bagian punggung nenek, sedangkan tiga orang lainnya memegang tangan dan kaki. Saya tidak tahu nama mereka," akunya.

Sari juga mengaku melihat luka pada bibir Nenek Elina setelah kejadian tersebut. "Setelah kejadian itu saya tanya ke nenek kenapa bibirnya luka. Nenek bilang luka itu terjadi saat diangkat dan berontak," jelasnya.  (Tono)

Berita Terbaru